Bekali Usahawan Baru dengan Pemanfaatan Limbah Kayu


MALANG - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang terus melakukan upaya untuk mengawal pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Senin (20/5), bertempat di Hotel Pelangi Kota Malang, 70 pelaku usaha baru atau yang sama sekali belum melakukan usaha mendapatkan keterampilan  mengolah limbah kayu.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang, Tri Widyani Pangestuti mengungkapkan, pelatihan pengembangan UMKM itu akan dibagi dalam dua angkatan. Angkatan pertama, pada 20-22 Mei 2019 dan untuk angkatan kedua, pada 23-25 Mei mendatang. Kegiatan ini didanai dari dana bagi hasil cukai dan tembakau (DBHCT) Kota Malang tahun 2019.
 "Kegiatan ini kami lakukan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Malang. Ending dari program ini adalah usaha mikro bisa naik kelas," kata Tri Widyani Pangestuti di sela-sela acara.
Dia akan membekali pelaku usaha baru itu untuk mempelajari dunia usaha yang akan digelutinya. Sehingga siap menghadapi persaingan di dunia enterpreneurship. "Kendala pendampingan terhadap pelaku usaha ada beberapa persoalan, baik dari kualitas produk, standarisasi, SDM, akses pembiayaan dan lainnya," terang dia.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya secara rutin akan melakukan pelatihan, utamanya untuk membuat kriya dari limbah kayu.
 "Bagaimana caranya para pelaku usaha membuat kreasi dengan memanfaatkan daur ulang barang bekas dan punya nilai lebih. Selain itu, kita akan ikutkan pameran inakraf supaya diminati pasar lebih luas lagi," papar dia.
Sementara itu, Perwakilan Klinik Bisnis Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang, Budi Fatoni menambahkan, pelatihan tersebut sengaja diberikan secara bergiliran. "Selama ini, akses pelatihan tersebut dilakukan secara bergantiansupaya bisa dinikmati seluruh pelaku usaha yang ada," papar dia.
Pelatihan wirausaha baru tersebut, lanjut dia diutamakan untuk pengolahan limbah kayu. Sebab, Kota Malamg memiliki potensi sebagai sentra kayu dan limbahnya bisa didaur ulang. "Selama ini, limbahnya hanya dijadikan bahan bakar. Tidak ada yang pernah terpikir untuk membuat kerajinan. Oleh karena itu, kami berikan pelatihan ini," lanjut dia.
Tak berhenti sampai pelatihan saja, setelah selesai, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro akan melakukan sidak bagi para peserta untuk melakukan pendampingan. "Nanti akan kelihatan, hasil pelatihan berpengaruh kepada dirinya atau tidak," tandas dia.(tea/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :