magista scarpe da calcio Belum e-KTP, 13.174 Warga Terancam Tak Bisa Coblos


Belum e-KTP, 13.174 Warga Terancam Tak Bisa Coblos


MALANG - Sebanyak 13.174 warga Kota Malang tercatat belum memilki KTP elektronik alias e-KTP jelang Pilkada.  Mereka diminta segera melakukan perekaman data kependudukan agar bisa mencoblos pada Pilkada.
Komisioner KPU Kota Malang Deny R Bahtiar menjelaskan rincian warga Kota Malang yang belum e-KTP. Kecamatan Sukun memegang angka paling tinggi. Yakni terdapat 5.209 warga belum memilik e-KTP. Padahal hal ini menjadi salah satu persyaratan pemungutan suara.
“Kebanyakan memang pemilih pemula dan juga mereka yang belum melakukan perekaman data kependudukan,” ungkap komisoner KPU yang membidangi Divisi Perencanaan dan Data ini kemarin.
Sementara itu menurut hasil rekap data pemilih di kecamatan lain, yakni Kecamatan Kedungkandang juga menunjukan angka yang tinggi. Di kecamatan paling timur Kota Malang ini terdapat 3.395 warga belum memiliki e-KTP.  Sementara itu Kecamatan Blimbing tercatat ada sebanyak 2.122, disusul dengan Kecamatan Lowokwaru sebanyak 1.548 warga belum memiliki e-KTP.  “Klojen ada 900 warga yang belum e-KTP, tambahnya.
Lebih lanjut Deny mengatakan,  untuk menambah tingkat partisipasi jumlah pemilih,  warga yang belum memiliki e-KTP diminta melakukan perekaman data kependudukan secepatnya. KPU Kota Malang akan menyerahkan daftar nama pemilih belum e-KTP ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang.
“Jelasnya akan diserahkan datanya dan warga akan didorong melakukan perekaman sebelum nanti masa pemungutan suara,” tandas Deny.
Sebelumnya, Kepala Seksi Pengelolaan Informasi, Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Dispendukcapil Kota Malang Drs. Sudarmanto, MM mengakui masih banyak warga yang belum melakukan perekaman e-KTP.
Ia sempat menyebutkan jika Kelurahan Sukun dan Kedungkandang memang tinggi angka warga yang belum mengurus perekaman data kependudukan.
“Paling banyak dari mereka yang belum rekam data adalah pelajar. Maka kami bisa jemput bola, datang ke sekolah-sekolah agar mereka bisa melakukan perekaman secepatnya,” papar pria yang akrab disapa Darmanto ini kepada Malang Post. (ica/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang