Beri Bekal Keterampilan Anak Jalanan


MALANG - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang memberikan pembinaan terhadap anak jalanan. Bertempat di Aula Dinsos, puluhan anak jalanan terlihat antusias mengikuti pelatihan daur ulang yang bisa menghasilkan karya yang menarik. Keterampilan itu diharapkan bisa menjadi salah satu ladang rezeki bagi mereka.
Sekretaris Dinsos Kota Malang, Pipih Tri Astuti mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya pemberdayaan anak jalanan yang sebelumnya telah terjaring razia oleh Dinsos dan Satpol PP. "Secara rutin kami melakukan razia, dua kali dalam satu bulan," kata Pipih kepada Malang Post, beberapa waktu lalu.
Dijelaskannya, anak-anak yang terjaring razia akan diindentifikasi asalnya. Jika asalnya dari luar Kota Malang akan dikembalikan ke daerah asalnya. "Jika dari Kota Malang kita kembalikan ke keluarganya. Kalau memang sudah tidak punya orang tua atau saudara ditampung di Dinsos. Kemudian kita beri pelatihan-pelatihan seperti ini," jelas dia.
Melalui pelatihan tersebut diharapkan anak jalanan ini memiliki keterampilan lebih. "Mereka jadi punya skill, keuntungan penjualannya bisa untuk penghasilan tambahan. Jika igin belajar lebih bisa berkonsultasi dengan UKM yang kerjasama dengan Dinsos," ujar Pipih.
Namun sayang, pelatihan tersebut hanya bisa dilakukan sekali dalam setahun. Keterbatasan anggaran menjadi penyebanb minimnya kegiatan pelatihan serupa. "Pelatihan satu kali selama setahun, kali ini kita lakukan selama dua hari," terangnya.
Sementara itu, salah satu peserta, Ryan Febriansyah mengaku serimg mengikuti kegiatan tersebut. "Setiap hari Sabtu, saya selalu datang ke Rumah Bu Nanik (perwakilan dari UKM Garuda Jaya) untuk mengikuti pelatihan," papar pria berusia 16 tahun itu.
Seringnya, Ryan melinting koran bekas dan membuatnya menjadi sebuah karya. "Hasilnya, dikumpulkan (Ke Dinsos), nanti tinggal diselesaikan saja. Upahnya sekitar Rp 10 ribu, lumayan buat sangu," ujar pria asal Muharto itu.
Ryan melanjutkan, dirinya cukup antusias mengikuti kegiatan tersebut. Sebab, bisa mendapatkan lebih banyak teman. "Senang bisa ikut pelatihan ini, bisa dapat ilmu membuat kerajinan dari koran," tandas dia. (tea/aim)

Berita Terkait