Bule Jerman Belajar Wudhu dan Pakai Mukena


MALANG - Budaya umat muslim warga Malang ternyata mengundang perhatian wisatawan asing asal Jerman, Astrid Schormamm bersama tiga putrinya. Saking ingin tahunya, ketiganya berkunjung ke Masjid A Yani di Jalan Kahuripan dan mengenakan mukena sambil berkeliling di masjid.
Disambut hangat oleh takmir dan jamaah masjid A Yani, Astrid yang sedang berwisata di Kota Malang mengelilingi masjid dan bertukar pikiran.
“Tadi mereka datang dan ingin masuk melihat masjid dan tanya-tanya. Karena pakaiannya pendek, kami minta mengenakan mukena,” ungkap jamaah masjid A Yani yang menyambut, Mashur Tholib kepada Malang Post, Rabu (23/8).
Tidak hanya memakai mukena, Astrid dan ketiga putrinya juga membasuh wajah, tangan dan kaki selayaknya orang wudhu, sesaat sebelum memasuki area dalam masjid. Hal ini dilakukan, menurut Mashur, karena memang Astrid sendiri meminta untuk diberi tahu soal Islam dan budaya umat muslim di Malang.
Setelah itu Astrid meminta diperlihatkan seluk beluk masjid. Sambil berbusana muslim inilah Astrid dan ketiga putrinya mulai menanyakan hal-hal yang ingin diketahui. “Kami tadi perlihatkan kalau masjid adalah tempat ibadah umat muslim. Kemudian kami juga menjelaskan kitab suci umat muslim, Alquran,” tandasnya.
Mashur menjelaskan kembali, memberikan pemahaman kepada orang lain soal budaya umat Islam serta tata cara ibadah merupakan salah satu amal ibadah. Menurutnya, kedatangan Astrid dan ketiga putrinya harus disambut dengan baik.
Pasalnya, lanjut Mashur, siapapun warga yang ingin mengetahui Islam dengan sungguh-sungguh tentunya akan membuka berbagai macam pikiran baik. Sehingga, terhindar dari prasangka-prasangka buruk tentang warga muslim.
“Tadi (kunjungannya) ya mendadak. Tetapi kami tetap terima karena sangat baik memberikan pemahamam soal Islam kepada orang yang tidak tahu. Semoga bisa bermanfaat,” tandas Mashur.
Sementara itu, Astrid sendiri, mengungkapkan bahwa dirinya memang tertarik mengetahui sebanyak mungkin budaya-budaya warga di negara-negara yang dikunjunginya. Sebelumnya, Astrid yang berasal dari Kota Munich ini sempat berkunjung ke Lamongan.
Ia kemarin juga menanyakan perbedaan pemakaian cadar dan jilbab. Pasalnya, saat berkunjung di Lamongan, Astrid melihat lebih banyak perempuan yang memakai busana muslim bercadar dari pada yang ia lihat di Malang.
“Saya ingin tahu mengapa berbeda. Ternyata memang tergantung tradisi dan budaya keluarganya saja. sangat menarik,”ungkapnya.
Astrid juga mengungkapkan, dirinya sengaja ingin memperlihatkan berbagai banyak budaya kepada putri-putrinya. Di Jerman sendiri, umat muslim pun tidak sedikit. Akan tetapi, Astrid ingin memberi tahu anaknya bahwa budaya muslim tidak hanya apa yang terlihat di negaranya saja.
Kedatangan Astrid ke Indonesia pun sebenarnya bertujuan untuk berlibur ke Bali. Namun, dia berpandangan, jika hanya di Bali, dia tidak bisa mempelajari budaya-budaya lain yang ada di Indonesia.
“Besok (hari ini) kami akan ke Bali. Kalau di Bali nanti jelas pasti ke pantai, berlibur. Sebelum ke sana kami keliling dulu ke tempat lain supaya bisa belajar budaya yang lain,” pungkas Astrid yang bekerja sebagai event organizer ini. (ica/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :