Daging Ayam Ras Turun, Ayam Kampung Malah Naik


MALANG - Memasuki hari kesepuluh Ramadan , masyarakat bisa sedikit bernafas lega. Selain harga bawang putih yang berangsur turun, harga daging ayam pun mengalami penurunan. Dari harga awal berkisar Rp 36 ribu per kilogram, saat ini harga daging ayam sekitar Rp 33 ribu per kilogram.
Meski harganya turun, daya beli masyarakat juga ikut turun.  Salah satu pedagang ayam di Pasar Besar Kota Malang, Hamidah mengatakan, penurunan harga ayam terjadi sejak tiga hari terakhir .
 "Harga normalnya Rp 30 ribu per kilogram,  sekarang sudah mulai turun," ujar Hamidah.
Menurutnya, turunnya harga daging ayam disebabkan lantaran berkurangnya daya beli masyarakat. Di hari biasa, Hamidah dapat menjual 70-80 ekor ayam potong.
"Jualannya agak turun karena kebutuhan anak sekolah dan kebutuhan lain. Pembeli sekarang agak sepi beda saat awal puasa lalu," terang dia.
Dijelaskannya, untuk harga ayam kampung justru semakin melonjak, yakni mencapai Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu per ekor. Biasanya, harganya berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per ekor. "Sekarang, ukuran ayamnya juga kecil. Barangnya juga dibatasi ketika kulakan," terang dia.
Menurutnya, permintaan masyarakat justru cenderung ke ayam kampung. "Biasanya, ketika lebaran, masyarakat memang lebih banyak condong ke ayam kampung. Lebih sedap rasanya," papar dia.
Salah satu pembeli, Purnamasari mengaku lega lantaran harga daging ayam turun. "Lega rasanya, sebab ini bulan puasa. Anak-anak makannya agak susah. Kalau makan ayam mereka langsung lahap," kata dia.
Dibandingkan hari biasa, perempuan asal Mergan itu mengaku kalau konsumsi daging ayam saat bulan puasa memang cenderung meningkat. "Buat hantaran dan acara buka puasa bersama dengan tim PKK dan juga masjid dekat rumah. Jadi, kita tidak terlalu berat untuk membeli," tandas dia.(tea/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :