Danrem: Jangan Pisahkan TNI dan Rakyat

 
MALANG - TNI dan rakyat merupakan kekuatan yang satu. Bersama TNI rakyat kuat, bersama rakyat TNI bisa melakukan tugas negara dengan baik. Hal inilah yang dipegang teguh Komandan Korem 0833/Baladhika Jaya Kolonel Inf Bangun Nawoko dalam memaknai HUT Ke-72 TNI.
“Bersama rakyat TNI kuat. Ini bukan merupakan sebuah slogan semata. Tetapi ini tekad dari TNI dalam melaksanakan tugas pengabdian bersama dan untuk rakyat,” tegas Bangun kepada Malang Post.
Danrem asal Kota Temanggung ini menjelaskan, hal ini bukan juga semata-mata tekad saja akan tetapi rakyat dan TNI memiliki histori yang tidak dapat dilupakan. Sejak awal perjuangan bangsa Indonesia dalam masa perjuangannya, TNI selalu didukung oleh rakyat, baik dalam bentuk dukungan logistik bagi pejuang yang melintasi desa-desa maupun dukungan lainnya. 
“Kekuatan TNI muncul dan lebih kuat karena bantuan dari masyarakat. Jangan sampai TNI pisah dari rakyat,” tegasnya. 
Kekuatan rakyat yang selalu mendukung kerja TNI lah yang membentengi Indonesia dari ancaman dari luar, sebab dengan kekuatan TNI bersama rakyat membuat negara lain akan berpikir untuk menyerang dengan kekuatan militer secara langsung.
Ia kemudian mengatakan serangan yang mungkin terjadi dan saat ini sedang terjadi yaitu adanya serangan non militer yang justru akan membuat dampak yang sangat besar bagi keberlangsungan bangsa dan negara Indonesia.
“Serangan tersebut ditujukan pada segala bidang kehidupan bangsa yang lebih dikenal dengan Proxy War,” jelasnya.
Maka dari itu Korem 083/BDJ pun terus gencar melaksanakan program lintas sektoral. Salah satunya sudah dilaksanakan sejak tahun 2017, yakni program kemanunggalan TNI-Rakyat denganyang dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam setahun. 
Khusus di wilayah Korem 083/BDJ, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) terpusat di teritori Kodim 0819/Pasuruan tepatnya berada di Desa Lumbang. Ada pula kegiatan bantuan rehab rumah Veteran tahun ini yang dilakukan sebagai bentuk penghargaan kepada pejuang veteran atas jasa-jasanya dalam memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bangun mengatakan tahun ini ada 20 rumah veteran pejuang 1945 dii wilayah Korem 038/BDJ yang diperbaiki.
“Khusus di wilayah jajaran korem 083/bdj, saat ini proses pembangunan 20 rumah veteran sudah mencapai 100 persen tanggal 5 Oktober 2017 nanti dipastikan selesai semuanya,” paparnya.
Pembangunan rumah veteran pejuang 45 ini sebagai bentuk perhatian terhadap pejuang-pejuang kemerdekaan. Dia menginginkan di masa-masa tua, veteran bisa menikmati hidup dan tinggal di rumah yang layak huni. Sementara itu pendanaan pembangunan rumah veteran ini adalah hasil gotong royong anggota dan rakyat pula. Ada yang bantu pasir, ada yang bantu keramik, dan lain-lain. 
“Tentu saja TNI tidak bisa berjalan sendiri, bantuan dari masyarakat dan jajaran komponen masyarakat sangat dibutuhkan. TNI akan selalu ada untuk masyarakat,” pungkas Bangun. (ica/aim)

Berita Lainnya :