Demo Angkot Bakal Gagal Digelar


MALANG – Demo pengemudi angkutan kota (angkot) yang bakal digelar Senin (18/9) besok, dipastikan tidak jadi digelar. Ketua Forum Komunikasi Angkutan Kota Nur Wahyudi menegaskan, surat pemberitahuan demo angkot yang viral di media sosial belum fix, tapi anehnya sudah tersebar di dunia maya.
Kemarin, Nur Wahyudi bersama pengemudi angkot mendatangi Polres Malang Kota untuk melakukan klarifikasi terkait surat pemberitahuan mogok angkot.
”Bukan-bukan seperti itu. Itu informasi salah kaprah. Surat yang ditujukan ke Kapolres Malang itu belum fix. Kami masih menunggu jawaban dari kepolisian. Saya bingung, kok tiba-tiba surat itu menyebar di media sosial,’’ kata Nur kepada Malang Post.
Dijelaskannya, surat yang sempat viral memang surat asli yang dibuat beberapa hari lalu.  Beredarnya surat tersebut dilakukan oleh oknum. Dan saat ini pihaknya masih melakukan pencarian. ”Sekali lagi kabar tersebut masih belum fix ya. Kami menunggu pihak kepolisian. Jika memang diperbolehkan, kami akan menggelar aksi, karena kami sebagai warga negara sangat taat dengan aturan,’’ urainya.
Surat pemberitahuan aksi mogok kerja oleh pengemudi angkutan ini disikapi Polres Malang Kota dengan menggelar rapat koordinasi bersama  Dandim 0833 Letkol Inf Nurul Yaqin, Kapolres Malang Kota AKBP Hoirudin Hasibuan, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Kusnadi, anggota Satpol PP dan beberapa intansi lainnya.
Dalam rapat koordinasi kemarin, dibahas semuan persiapan yang terkait dengan aksi mogok kerja tersebut. Mulai dari anggota yang dilibatkan dalam pengamanan, kendaraan yang digunakan untuk memuat para penumpang angkutan jika tak ada angkutan yang beroperasi, serta rute alternatif untuk menghidari macet. Rapat ini dikatakan Hoirudin juga akan dilanjutkan hari ini, jika memang tidak ada titik temu.
 ”Yang pasti stabilitas keamanan di Kota Malang ini tetap harus terjaga,’’ kata perwira menengah dengan dua melati di pundak ini.
Hoirudin berharap aksi demo ini tidak jadi dilakukan. Sebaliknya, dia justru ingin duduk bersama para pengemudi untuk memecahkan persoalan. ”Nanti malam (kemarin) pengemudi kami ajak pertemuan, untuk membahas hal ini. Harapan saya ya tidak ada aksi. Tapi jika ada aksi sekalipun, kami juga siap, personel dan kendaraan sudah siap tinggal pemantapan,’’ urainya.
Ucapan yang sama juga muncul dari Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Nurul Yaqin. Kepada Malang Post, Nurul mengatakan pihaknya siap memberikan back up penuh membantu anggota kepolisian untuk pengamanan aksi mogok pengemudi angkutan. Bukan itu saja, anggota TNI juga menyiapkan kendaraan untuk mengangkut pengumpang angkutan yang terlantar, jika memang mogok kerja sopir angkutan tersebut betul-betul terjadi.
”Kami sudah melakukan koordinasi, baik jajaran TNI AD, TNI AU maupun TNI AL. Dan semuanya siap menerjunkan kendaraannya jika aksi mogok itu betul-betul terjadi,’’ tambahnya.
Sedangkan Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Kusnadi juga mengatakan yang sama. Selain berusaha menghubungi seluruh ketua paguyuban, pihaknya juga  melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait soal rencana aksi mogok pengemudi angkutan. ”Kami berharap tidak jadi. Malam nanti (tadi malam) kami ajak paguyuban untuk bertemu, membahas apa yang dituntut,’’ urainya. Jika memang aksi mogok terjadi, Kusnadi pun mengatakan dengan tegas, seluruh kendaraan dinas, baik yang dinaiki pegawai, ataupun kepala OPD akan diturunkan untuk mengangkut para  penumpang yang terlantar. (ira/aim)

Berita Lainnya :