Dicari Para Kreator Inovasi Teknologi


MALANG – Anak muda yang memiliki kreativitas teknologi di Kota Malang ditantang untuk menciptakan inovasi teknologi yang dapat meningkatkan kemandirian dan daya saing daerah. Pemkot Malang kembali menggelar  Lomba Inovasi Teknologi (INOTEK) 2019 dengan total hadiah Rp 84 juta.
Lomba yang bertujuan untuk menciptakan kemandirian dan daya saing daerah, memajukan penelitian, pengembangn dan penerapan IPTEK serta pengakuan prestasi masyarakat ini punya tema baru. Yang pastinya menantang peserta untuk adu kreativitas. Juara 1 akan mendapatkan hadiah senilai Rp 9 juta, juara 2 sebesar Rp 7 juta  dan juara 3 akan mendapatkan Rp 5 juta.
“Inotek 2019 ini mengambil tema Toward the Future of Malang,” papar Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang Erik Setyo Santoso ST MT, dalam sosialisasi Inotek 2019 di Ruang Sidang Balai Kota Malang.
Sosialisasi ini juga dihadiri salah satu juri dari Universitas Brawijaya, Mangku Purnomo, SP., MP., PhD.
Menurut Erik, akan muncul inovasi-inovasi yang mendukung Malang City Heritage, Malang Creative, Malang Service, Malang 4.0, Malang Halal dan Malang Nyaman sesuai dengan arah pembangunan Kota Malang lima tahun kedepan. 
Erik menyampaikan, Inotek ini akan menginspirasi, memotivasi dan memacu kreatifitas. Karena di tahun 2019 ini sudah memasuki industri kreatif 4.0.
“Lomba Inotek ini juga memiliki beberapa kategori seperti agribisnis, energi, kesehatan dan lainnya,” ungkapnya dihadapan peserta sosialisasi dari perwakilan-perwakilan OPD Kota Malang.
Peserta dapat mendaftar tanpa dipungut biaya. Pembiayaan murni berasal dari APBD dan berlaku untuk umum 1 tim maksimal 5 orang, 1 tim terdiri dari 1 inovasi dan memperhatikan Tingkat Kesiapterapan Teknologi.
 “Sosialisasi ini merupakan season pertama, season kedua akan dihadiri peserta SMA/SMK dan SMP, kemudian season ketiga nanti di laksanakan di gedung widyaloka  Universitas Brawijaya sasarannya kepada dosen dan mahasiswa yang ada di wilayah Kota Malang,” tegas mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (sekarang Disperkim,red) ini.
Dijelaskan pula poin-poin inovasi yang utama adalah karya inovasi dapat mempermudah kerja, mengefisiensi kerja, melipatgandakan keuntungan dan menjadi penghasilan pasif. Inovasi dikategorikan menjadi  4 bidang yaitu Agribisnis, energi, teknologi informasi dan komunikasi serta  kesehatan dan lingkungan. (ica/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :