Dikeluhkan, Urus Surat Rujukan di RSUD Hingga Empat Hari


MALANG - Layanan BPJS Kesehatan kembali dikeluhkan. Kali ini pelayanan surat rujukan di RSUD Kota Malang dikeluhkan masyarakat. Pengurusan surat rujukan yang biasanya memakan waktu tidak sampai satu hari, di RS milik Pemkot Malang itu bisa mencapai empat hari lamanya.
Salah satu warga Kelurahan Bumiayu Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, Hery Mahabellla mengalaminya. Belum lama ini, ia mengurus surat rujukan di RSUD Kota Malang hingga 4 hari lamanya.
“Saya tidak paham aturan barunya seperti apa. Yang jelas karena ada aturan baru itu biasanya saya urus rujukan dari Puskesmas bisa langsung ke RSSA. Sekarang dari Puskesmas ternyata harus rujuk ke RSUD dulu,” kata Hery kepada Malang Post.
Ketika mengurus surat rujukan ini ke RSUD, Hery tidak langsung mendapatkan pelayanan yang ia inginkan. Dia harus menunggu lebih lama lagi. Belakangan, dia mengetahui bahwa pelayanan yang ia inginkan tidak dimiliki RSUD Kota Malang.
Ia kemudian dirujuk ke RS Saiful Anwar. Proses inilah yang memakan waktu berhari-hari pasalnya Hery sendiri merupakan pasien yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan yang panjang akibat penyakit dalam yang dideritanya.
“Sebelumnya, surat rujuk satu hari saja maksimal, lalu saya bisa perawatan ke RSSA. Karena ada aturan ini saya harus menunggu 4 hari. Karena menunggu surat rujukan saja satu harian penuh, belum saya cek lab ke rumah sakit. Saya juga bekerja, jadi sangat rugi waktu harusnya bisa lebih sederhana lagi,” tegasnya.
Menanggapi hal ini, Dinas Kesehatan Kota Malang menjelaskan, hal tersebut dianggap sudah sesuai prosedural. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif menjelaskan, kasus yang dialami Hery, diakuinya ada keterlambatan terkait kedatanan dokter yang memberi persetujuan rujukan.
“Setelah saya konfirmasi. Pengurusan surat rujukan bukan 4 hari akan tetapi saat hari pasien mendaftar di Poli Penyakit Dalam, siangnya surat sudah selesai. Hanya saja memang dokternya datang terlambat,” tegas Husnul yang sebelumnya menjabat sebagai Plt Direktur RSUD Kota Malang.
Ia mengakui prosedur yang dijalankan rumah sakit sudah sesuai prosedural yang ada. Hanya saja untuk kasus Warga Bumiayu tadi, akan menjadi evaluasi yang penting.
Ia menegaskan akan kembali mengkomunikasikan hal ini lebih lanjut. Alur untuk rujukan kasus yang tidak bisa diselesaikan di FKTP (Puskesmas, klinik, dokter praktek mandiri,red)) di lakukan rujukan berjenjang.
Dari FKTP dirujuk ke RS kelas D. Lalu selanjutnya bila tidak terselesaikan dirujuk ke RS kelas C, B bahkan ke RS kelas A. RSUD Kota Malang termasuk RS kelas D. Sehingga bisa jadi kasusnya yang dialami warga tadi akan dirujuk ke RS diatasnya.
“Proses rujukannya sebenarnya tidak lama, lanjutnya, akan tetapi terkadang ada yang kelengkapan rujukannya kurang,” pungkasnya. (ica/aim)

Berita Lainnya :