Dinas Perdagangan Terapkan Pasar Modern


MALANG - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang terus melakukan revitalisasi dari pasar tradisional menjadi lebih modern. Selain suasana pasar yang lebih bersih, pihaknya juga mengembangkan e-retribusi dan sistem pembelanjaan online. Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi.
Kepala Disdag Kota Malang, Wahyu Setianto mengungkapkan, revitalisasi pasar tersebut dilakukan untuk meningkatkan layanan masyarakat sekaligus menghidupan kembali pasar tradisional. "Kami ingin mengembalikan animo masyarakat untuk kembali belanja ke pasar tradisional. Supaya bisa memutar perekonomian," terang dia kepada Malang Post.
Untuk menunjang keberadaan pasar modern, pihaknya  menjalankan serangkaian program-program yang diterapkan untuk memaksimalkan konsep modern. "Kami menerapkan e-retribusi, optimalisasi Sembako.com, serta program pengurangan sampah plastik dengan mengganti kantong kresek dengan tas kertas," papar dia.
Lebih lanjut, Wahyu mengungkapkan, belum semua dari 27 pasar rakyat yang telah berhasil diubah menjadi pasar semi-modern. "Pasarnya sebenarnya ada beberapa, tapi yang pertama fokus ke Pasar Oro-Oro Dowo. Beberapa yang sedang kami benahi misalnya Pasar Klojen. Selain itu, seluruh pasar rakyat yang ada nanti akan dijadikan pasar sehat sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI)," kata dia.
Sejauh ini, pihaknya sudah melakukan pembenahan terhadap beberapa pasar. Diantaranya Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Klojen dan Pasar Bunul. Tahun ini, pihaknya kembali akan melakukan revitalisasi terhadap Pasar Kasin, Pasar Sukun dan lainnya. Pasar-pasar tersebut akan direvitalisasi dengan menggunakan dana APBD dan DAK 2019.
Kerja keras Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang menyulap tampilan pasar-pasar rakyat atau pasar tradisional menuai apresiasi. Pasar tersebut berhasil menyabet Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Kota Malang 2019.
"Tentu kami bersyukur, inovasi Revitalisasi Pasar Rakyat Modern ini semata-mata untuk meningkatkan layanan bagi masyarakat sekaligus upaya menghidupkan kembali pasar-pasar tradisional," terang Wahyu.
Tak hanya itu, kini Disdag juga tengah mengebut untuk membangu pasar halal. "Ini juga inovasi baru yang terus dikembangkan sesuai visi Bapak Sutiaji, Wali Kota Malang yang menjadikan Kota Malang Bermartabat," tandas dia. (tea/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :