Dinkes Evaluasi Dokter RSUD Berikan Surat Rujukan


MALANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang meminta warga Kota Malang memahami aturan baru terkait alur sistem rujukan berjenjang pada layanan BPJS Kesehatan. Hal ini menanggapi adanya keluhan soal sistem rujukan berjenjang yang memakan waktu lama dialami warga Kelurahan Bumiayu Kecamatan Kedunkandang belum lama ini di RSUD Kota Malang.
“Saya pikir ini aturan bukan baru lagi. Ini sudah lama. Sudah ada dari dulu. Warga seharusnya sudah tahu,” tegas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang drs Supranoto saat ditemui di Gedung DPRD Kota Malang sebelum agenda paripurna.
Dikatakannya, apa yang dialami warga saat mengurus surat rujukan tersebut bukan merupakan pelayanan yang lambat atau aturan yang salah. Ia  menilai pihak rumah sakit hanya mengikuti alur yang sudah ditetapkan aturan yang berlaku.
Yakni menerima pengguna BPJS Kesehatan, jika tidak dapat diatasi maka harus dirujuk kembali ke fasilitas kesehatan yang memiliki level standar diatasnya. Dalam kasus warga Bumiayu, dikatakan pengurusan surat rujukan dari RSUD hanya memakan waktu 1 hari saja.
“Ya tidak ada evaluasi. Aturannya sudah seperti itu,” tegasnya.
Sebelumnya Dinkes Kota Malang juga sudah mendalami kasus warga Bumiayu tersebut. Dimana surat rujukan yang diminta pasien tersebut sudah selesai di hari yang sama. Hanya saja diakui keterlambatan dari dokter yang tentu akan dievaluasi.
Pranoto menegaskan, jika aturan ini akan dilakukan dan tidak mungkin diubah karena sudah sesuai aturan yang berlaku.
“Kalau tidak seperti itu, BPJS tidak mau melayani,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Malang Indry Kurnia menjelaskan dalam menjalankan pelayanan kesehatan, fasilitas kesehatan tingkat pertama dan tingkat lanjutan wajib melakukan sistem rujukan dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku
Peserta yang ingin mendapatkan pelayanan yang tidak sesuai dengan sistem rujukan dapat dimasukkan dalam kategori pelayanan yang  tidak sesuai dengan prosedur. Sehingga tidak dapat dibayarkan BPJS Kesehatan.
“Fasilitas Kesehatan yang tidak menerapkan sistem rujukan maka BPJS Kesehatan akan melakukan  recredentialing (proses untuk memeriksa secara berkala kecakapan staf medis/standar akreditasi,red) terhadap kinerja fasilitas kesehatan tersebut dan dapat berdampak pada kelanjutan kerjasama,” tegasnya. (ica/aim)

Berita Lainnya :