Dua Bulan, Delapan Pengaduan Berat


MALANG - Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Malang masih saja menerima pengaduan warga terkait izin. Sejak Januari hingga Februari  2018 mendapat  delapan pengaduan berat. Semuanya terkait pelanggaran izin dan tak menjalankan aturan dalam izin.
Kepala Bidang Data dan Sistem Informasi DPM-PTSP Kota Malang Alwiyah mengungkapkan pengaduan berat merupakan pengaduan yang membutuhkan penanganan tambahan. Seperti audiensi khusus dan pihaknya harus ikut turun lapangan melakukan mediasi.
"Pengaduan seperti ini tidak dapat diselesaikan satu dua hari. Kita harus melakukan analisa dan cek langsung serta menurunkan petugas," ujar perempuan yang akrab disapa Alwi ini.
Salah satu contoh pengaduan berat terkait kafe di Jalan Raya Langsep. Menurut Alwi, kafe tersebut sebenarnya mengantongi izin restoran. Namun operasionalnya cendrung hiburan malam anak muda. "Izinnya restoran, tapi digunakan jadi tempat music. Juga menampilkan penyanyi dan penari sampai pukul 03.00 dini hari," bebernya. Padahal untuk restoran, pengelola hanya diberi batas buka hingga pukul 21.00 WIB.
Diakui pengaduan tersebut datang dari warga sekitar. Dimana, sebelumnya sudah difasilitasi RT dan RW setempat, tapi karena tidak selesai akhirnya diadukan kepada dinasnya.
Contoh pengaduan lain, lanjut Alwi, yakni soal pembangunan reklame di Jalan SW Pranoto, Kecamatan Klojen. "Itu bangunan baru reklame menutupi bangunan lama yang dikelola pihak lain yang sudah berizin," tandasnya.
Terhadap pengaduan yang seperti itu, lanjut Alwi, pihaknya melakukan pengecekan administrasi sekaligus pengecekan lokasi. Selain itu juga mendatangkan dua pihak, baik yang mengadukan adan diadukan untuk duduk bersama.
Jika saat dimediasi tidak menemukan titik temu, pihaknya akan menyerahkan perselisihan ke masing-masing pihak, misalnya menempuh jalur hukum. Tapi rata-rata bisa selesai dengan kesepakatan yang disusun bersama antar pihak tersebut. Selain itu, DPM-PTSP Kota Malang sebulan juga rata-rata mendapatkan sekitar 30 pengaduan ringan. "Yang ringan itu misalnya ngurus IMB  atau izin usaha, “ pungkasnya. (ica/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :