Ekspresi Liar Kanvas Pak Guru

 
MALANG - liar dan berani. Dua kata tersebut merupakan rasa yang menggambarkan pameran tunggal pelukis ekspresionis asal Batu, Hendung Tunggal Jati di sekretariat Dewan Kesenian Malang (DKM), Kamis (24/8) kemarin. Corak berani dari tetesan cat warna-warna yang bertubrukan serta komposisi figur lukisan yang abstrak menambah nilai pameran berjudul “No Limit” ini.
Hal ini disampaikan Didit, kurator sekaligus penyelenggara pameran tunggal Hendung Tunggal Jati saat ditemui Malang Post. “Kami memilih karya Pak Hendung karena beliau sangat berani mengekspresikan karya-karyanya. Bisa dibilang tidak terbatas,” ungkapnya.  
Karya berani yang dimaksud Didit di antaranya tertuju bagaiamana Hendung meletakkan cat dan pewarna tidak hanya pada kanvas saja. Banner dan poster pun menjadi media Hendung menuangkan isi pikirannya dalam karya lukis yang dipamerkan kali ini.
Sebanyak 22 karya Hendung, memang menggunakan beberapa media bukan dari kanvas selayaknya pelukis pada umumnya. “Lihat saja, terdapat lukisan-lukisan yang dilukis dalam pada sebuah banner bekas. Catnya meleleh begitu saja, kalau dikanvaskan tidak bisa. Dengan media tersebut cat dapat mengalir dan membentuk tekstur warna yang tidak biasa,” jelas Didit.
Karena tekstur tidak biasa inilah lahir lukisan-lukisan yang memiliki tekstur warna yang berbeda membuat lukisan semakin unik dan abstrak. Selain teknik lukis yang unik, Hendung pun menerapkan konsep bebas tanpa batas pada setiap tema lukisan yang ia bawa.
Jika warga sempat melihat beberapa karya Hendung yang dipamerkan, warga bisa melihat beberapa karya lukisan Hendung yang menggambarkan sesuatu di luar nalar. 
Diantaranya seperti sosok pria tinggi bersayap tanpa wajah, tubuh tanpa leher, tubuh berkepala tengkoran dan lain sebagainya. Didit mengatakan, ini lah yang dimaksud tanpa batas.
“Hendung berani menelurkan karya-karyanya yang bebas dan liar tapi penuh makna.  Membuktikan bahwa pikiran manusia adalah tanpa batas dan bebas dalam berkespresi,” tuturnya.
Tak hanya hasil karya Hendung saja, para pecinta seni lukis juga dapat menikmati beragam karya dari seniman andal di Malang Raya sampai akhir Desember nanti. Karena sejak Agustus sampai Desember nanti, setidaknya ada tujuh seniman yang terlibat dalam pameran tersebut.
"Tapi semua adalah pameran tunggal. Dalam satu bulan ada satu pelukis minimal dan memamerkan hasil karyanya selama satu minggu," beber Didit.
Dia menambahkan, pameran tunggal yang menggandeng banyak seniman di Malang Raya itu sudah berjalan sejak Januari 2017. Ratusan lukisan sudah dipamerkan dengan tema yang beragam. Sejak pertama kali digalakkan, sampai saat ini pecinta lukisan terus berdatangan.
"Pameran dibuka dari pukul 10.00 WIB sampai 21.00 WIB. Kami terbuka dengan siapapun yang hendak belajar bersama," tutupnya. (ica/van)

Berita Lainnya :