Empat Misi, Pedoman Pembangunan Lima Tahun


MALANG - Wali Kota Malang Drs H Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang Ir Sofyan Edi Jarwoko memiliki empat misi yang dijadikan pedoman gerak selama lima tahun ke depan kepemimpinannya.
Hal ini ditegaskan Sutiaji dalam Rapat Paripurna Pemnyampaian Visi Misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang masa jabatan 2018-2023, di Gedung DPRD Kota Malang, 4 Oktober lalu.
“Empat misi ini adalah garis besar pedoman kerja kami di 99 hari kerja awal kepemimpinan saya bersama Bung Edi (Sofyan Edi Jarwoko, red),” kata Wali Kota Malang Sutiaji.
Ia membeberkan, empat misi pedoman tersebut pertama menjamin akses dan kualitas pendidikan, kesehatan dan layanan dasar bagi semua warga. Hal ini dikatakan sebagai pedoman yang akan membuahkan peningkatan pelayanan mendasar bagi warga.
“Bidang layanan publik dasar serta bidang pendidikan dan kesehatan diarahkan untuk menggapai sumberdaya manusia kota yang berkualitas dan bermartabat,” tambahnya.
Misi kedua, disebutkannya adalah mewujudkan kota produktif dan berdaya saing berbasis ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan terpadu. Dijelaskannya, bidang produktifitas dan daya saing serta bidang infrastruktur dan daya dukung terpadu, diarahkan untuk menggapai ekonomi kota yang berdaya saing kuat di era globalisasi ini.
Sutiaji menilai pentingnya sumber daya manusia yang berkualitas untuk mewujudkan kemajuan suatu daerah. Terlebih, jika memperhatikan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2017, bahwa dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 265 juta jiwa, ada sekitar 24,27 persen merupakan kelompok muda yang kreatif.
Diperkirakan, memasuki tahun 2020, komposisi jumlah penduduk usia produktif mencapai 70 persen dan nonproduktif sebanyak 30 persen. Dengan puncak bonus demografi pada 2028-2030.
"Dengan gambaran dari Susenas tersebut, bonus demografi menjadi peluang yang sangat strategis. Kami melihat dan mengambil peran penting untuk menjadikan bonus demografi sebagai modal  strategis," jelas Sutiaji.
Kemudian ia melanjutkan, misi ketiga dalam pedoman kerjanya yakni mewujudkan kota yang rukun dan toleran berazaskan keberagaman dan keberpihakan terhadap masyarakat rentan dan gender.
“Ini masuk dalam bidang kesejahteraan dan perlindungan sosial serta bidang kerukunan dan keragaman budaya, diarahkan untuk mewujudkan keadilan sosial,” tuturnya.
Ia kemudian melanjutkan, misi terakhir yakni memastikan kepuasan masyarakat atas layanan pemerintahan yang tertib hukum, profesional dan akuntabel. Hal ini dikatakan Sutiaji sebagai pedoman program kerja yang akan meningkatkan kualitas pelayanan profesional.
Tidak hanya kepada masyarakat, tetapi meningkatkan kualitas kerja SDM di lingkungan pemerintahan.
Lebih lanjut terkait visi dan misi. Sutiaji menegaskan jika sasaran-sasaran bidang akan berpusat pada pembangunan ekonomi dan pembangunan infrastruktur baik fisik maupun secara digital.
“Akan terus dilakukan penguatan serta peningkatan UKM naik kelas dan lebih berpedan serta melakukan pembangunan infratruktur untuk menopang pembangunan bidang ekonomi,” terangnya.
Di bidang sosial pun, ia menekankan kembali, dirinya akan berkomitmen untuk terus menguatkan kondusifitas daerah dan kerukunan umat beragama.
“Intinya menggandeng semua pihak untuk bekerjasama ya. Kami harus mengajak semua komponen dan stakeholder untuk sama-sama bangun Kota Malang,” pungkasnya. (ica/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :