magista scarpe da calcio Gadget Jadi Tren Penyebab Perceraian Tinggi


Gadget Jadi Tren Penyebab Perceraian Tinggi

 
MALANG – Angka perceraian yang tinggi membuat keresahan banyak pihak. Kemajuan teknologi menjadi salah satu penyumbang terjadinya perceraian, yakni gadget. Banyak yang kebablasan dalam menggunakan gadget, sehingga menjadi pemicu permasalahan rumah tangga.
“Kita tidak bisa menolak gadget karena itu merupakan kemajuan teknologi. Namun kalau intelektual dan spiritual kita berjalan seiringan, kita bisa memilah mana yang bisa mengancam keselamatan rumah tangga. Kalau kita bisa mengendalikan, gadget jadi sarana untuk ibadah semuanya akan menjadi lebih baik,” kata pengurus Lembaga Dakwah Muslimah, Chusnul Chotimah dalam Pembinaan Keluarga Sakinah di Hotel Sahid Montana, Rabu (14/3).
Dalam acara yang digelar Bagian Kesra Kota Malang itu, menurutnya tingkat perceraian di Malang cukup tinggi. Sejauh pengamatannya, faktor ekonomi merupakan salah satu pemicu tertingginya. Perceraian berlandaskan faktor ekonomi disebabkan oleh tingkat emosi dan spiritual yang tidak stabil. 
“Ada pada rasa syukur. Kalau masing-masing orang bersyukur akan apa yang sudah diberikan oleh Allah kepada kita, maka ekonomi bukan menjadi suatu hambatan untuk membina rumah tangga yang samawa,” paparnya.
Ia menjelaskan lebih lanjut, intelektual seseorang juga mempengaruhi terjadinya perceraian. Khususnya pasangan muda karena kurang kematangan dari tiga komponen yakni emosional, spiritual dan intelektual. Sehingga mereka menikah karena emosi, cerai pun juga karena emosi, akhirnya kadang-kadang menyesal.
“Terkait banyaknya godaan, kalau intelektualnya matang, seiring dengan emosi dan spiritualnya juga matang, Insya Allah gelombang apapun yang menerpa akan bisa teratasi,” tambah Chusnul.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh kurang lebih 100 perwakilan jamaah dari seluruh kecamatan di Kota Malang. Hadir sebagai pemateri yaitu Dr. Umi Dayati, M.Pd, dosen Universitas Negeri Malang sekaligus motivator.
Kepala Bagian Kesra Kota Malang, Ali Mulyato menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membentuk keluarga yang memiliki kasih sayang. Maksud dari kegiatan ini menganut teori 2G yaitu Gathuk (harus memiliki hati dan kasih sayang antar anggota keluarga) dan Gemih (harus mampu memberikan kesejahteraan dalam keluarga). 
“Untuk mewujudkan kota yang bermartabat itu berawal dari rumah tangga yang bermartabat juga. Dengan menciptakan lingkungan keluarga yang terbaik, bisa menangkal terjadinya hal-hal yang bersifat negatif,” tambahnya. (mg6/aim)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang