Gagal Lelang, Ribuan Linmas Tanpa Seragam Lengkap


MALANG – Pemilu sudah dekat, hanya saja Satpol PP Kota Malang belum dapat memenuhi kebutuhan seragam petugas Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang akan bertugas di TPS. Ada sebanyak 1904 petugas Linmas yang belum terpenuhi seragamnya. Hal ini terjadi karena Satpol PP gagal melakukan lelang.
Hal itu terungkap dalam  forum Rakor Bidang Kewaspadaan Daerah dalam Rangka Pemantauan Pemilu Serentak tahun 2019 yang Aman dan Kondusif di Hotel Aria Gajayana, Selasa (2/4). Informasi gagal lelang itu diungkapkan Kepala Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Malang, Priyadi, saat menjawab pertanyaan Wali Kota Malang, Sutiaji,  Mendengar masalah itu, Sutijaji terkejut. Ia meminta agar Satpol PP segera mengurus masalah seragam Linmas. “Saya minta tanggal 10 April mendatang, harus segera diselesaikan (soal seragam Linmas),” kata Sutiaji.
Sutiaji ingin dalam pelaksanaan Pemilu nanti berjalan lancar. Semua kendala diharapkan dapat diatasi dengan baik.  “Saya mohon kepada seluruh lurah dan camat untuk ikut memantau dan mengkoordinasikan dengan pihka-pihak terkait dalam penyelesaian masalah seragam Linmas,” ucap Sutiaji kepada hadirin yang diikuti oleh seluruh perangkat kelurahan dan kecamatan di Kota Malang.
Kepala Satpol PP Kota Malang, Priyadi mengatakan, pihaknya selaku penanggung jawab seragam Linmas akan segera menangani masalah ini dengan cara penunjukkan langsung tanpa lelang.
“Kami akan melakukan penunjukkan langsung, pembelanjaan itu di bawah 200 juta, sisanya kembali ke negara,” terang Priyadi. Namun, Linmas nanti tidak mendapatkan pakaian lengkap seperti pada umumnya, yaitu sepatu dan seragam lengkap Linmas. Satpol PP akan membelanjakan anggaran hanya untuk kaus dan topi yang dapat digunakaan saat bertugas di TPS.
“Kaus dan topi saja, karena ini sangat mepet sekali. Karena saya rasa topi dan kaus itu dapat diselesaikan dengan jangka waktu seminggu, itu sesuai permintaan Pak Wali,” ujar Priyadi saat diwawancarai Malang Post.
Sejauh ini, ada 3100 seragam yang sudah tersedia dari anggaran tahun 2017. Priyadi menjelaskan bahwa kegagalan lelang sergam terjadi karena waktu tidak mencukupi. Pemerintah baru memulainya pada bulan Februari akhir. “Kami kerja sama dengan ULP di Yogyakarta, mai sendiri datang ke sana, ternyata di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa PemerintahLKPP sudah tutup,” terang Priyadi.
Ia optimis dengan sisa waktu yang ada, pihaknya mampu menyelesaikan masalah seragam Satpol PP. “Saya yakin tanggal 10 April nanti pasti selesai,” pungkasnya. (mg2/aim)

Berita Terkait