Gagas Kartu KIA Jadi Prasyarat Masuk Sekolah


MALANG - Dinas Kesehatan Kota Malang berencana akan menerapkan buku Kesehatan Ibu dan Anak (Kartu KIA) sebagai prasyarat untuk masuk sekolah. Hal ini dilakukan untuk melihat sejauh mana riwayat kesehatan sang anak hingga penanganan jika terjadi gangguan kesehatan.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Dr dr Asih Tri Rachmi Nuswantari MM kepada Malang Post .  “Tujuan utama adanya penyertaan Kartu KIA ini agar Dinkes  tidak kecolongan lagi terhadap kasus difteri yang masuk dalam kategori kasus kejadian luar biasa,” papar Asih.
Dengan adanya penyertaan buku ini, Dinkes akan lebih mudah melakukan pemantauan apakah si anak sudah mendapatkan penanganan kesehatan yang sesuai. Seperti contohnya riwayat pemberian imunisasi.
Dimana pemberian imunisasi, terlebih pada anak normalnya dilakukan beberapa kali dan harus lengkap sejak lahir hingga usia 5 tahun. Kartu KIA akan menjaminkan catatan pemberian imunisasi tersebut.  
“Rencananya kami masih akan koordinasikan dengan Dinas Pendidikan,” tandas Asih. Namun demikian lanjutnya, ini bukan sebagai syarat mutlak agar siswa bisa diterima di sekolah. Tapi hanya syarat pelengkap.  
Asih menambahkan, jika Kartu KIA diikutsertakan maka pihak sekolah akan tahu kekurangan jenis imunisasi pada calon peserta didik.  Tidak hanya  imunisasi saja, pihak sekolah pun akan mengetahui riwayat sakit anak dan dapat mengetahui tindakan yang dapat dilakukan jika terjadi apa-apa.
Asih menuturkan program tersebut bisa direspon positif oleh Dinas Pendidikan Kota Malang. Pasalnya hal ini merupakan bagian dari hasil evaluasi imunisasi difteri beberapa waktu lalu yang baru digalakkan.
“Kami mengimbau juga pada masyarakat Kota Malang khususnya bagi ibu yang memiliki balita untuk datang ke posyandu,” tegasnya. (ica/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...