Gali Tanah, Warga Temukan Lumpang dan Lingga Yoni


MALANG - Artefak bersejarah berupa Lingga Yoni dan Lumpang kembali ditemukan di Kota Malang, tepatnya di Jalan Joyo Utomo Gang IX RT 4 RW 4 Kelurahan Merjosari, Kota Malang.Kedua situs yang belum diketahui pasti berasal dari masa kerjaaan mana ini, ditemukan warga saat hendak menggali pondasi rumah kos-kosan.
Salah satu pekerja bangunan yang mengetahui, Giono menceritakan, ia dan kawan-kawannya hendak membuat pondasi rumah. Di satu sisi yang hendak digali ditemukan sebuah Lumpang. Tidak jauh darisitu ditemukan lagi sebuah benda lain berbentuk hampir sama.  Karena sedikit menganggu pekerjaan, benda yang dianggapnya sebagai batu besar ini hendak dinaikkan.
“Kami gali sedikit kok bentuknya batu besar sekali. Kita angkat sampai 6 orang karena berat sekali. Ya ternyata memang seperti situs. Akhirnya ya kami bawa naik,” jelas Giono saat ditemui di lokasi penemuan.
Mengetahui hal ini, salah satu warga sekitar lainnya Wiwik Indriastuti kemudian mengetahui benda tersebut merupakan benda bersejarah. Rabu (14/8), dia langsung melaporkan ke dinas terkait. Sejak pagi tadi hingga siang , beberapa anggota volunteer cagar budaya Kota Malang melakukan tahap awal dengan mengidentifikasi dan mengukur situs tersebut. Diketahui, benda yang diduga Lingga Yoni ini memliki lebar 63 centimeter dan memiliki tinggi 66 centimeter.
Wiwik Indriastuti yang tadi melaporkan ke dinas terkait mengatakan, ia sudah mengetahui keberadaan dua benda bersejarah itu sejak lama kurang lebih satu tahunan ini. Hanya saja oleh warga sekitar dan perangkat tidak ada yang menindaklanjuti. Benda itu sudah terlihat sebelumnya.
“Kalau lapor ke dinas terkait memang saya lakukan tadi. Tapi saya sudah tahu ini lama. Cuma tidak ada yang peduli dan tidak ada yang menggubris,” ungkap Wiwik yang sudah mendiami kawasan Merjosari dekat penemuan benda diduga situs sejak 1984 ini.
Ia mengaku telah melapor ke perangkat kelurahan atau lingkungan sejak lama, hanya saja tidak ada tindak lanjut. Barulah ketika seorang warga lain yang baru saja membeli tanah di kawasan penemuan yang hendak dibuatkan bangunan rumah kos menggali untuk pondasi, benda ini cukup membuat heboh pekerja.
Diakui Wiwik, ia sempat berbicara dengan pembeli tanah agar tidak merusak atau membongkar benda yang diduga situs ini kepada orang tersebut. Akan tetapi saat pekerja heboh tadi pagi kemudian banyak warga datang maka ia langsung berinisiatif melaporkan langsung.
“Saya bilang jangan dibongkar ini, karena ada pasalnya. Ya sudah saya laporkan saya lah langsung ke dinas,” tegasnya.
Sementara itu Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang Agung H Bhuana mengatakan telah menerima laporan tersebut. Dijelaskannya, penemuan tersebut diketahui saat proses pembangunan proyek. Telah ditindaklanjuti Tim survey Cagar Budaya Kota malang ke lokasi penemuan tersebut.
“Untuk lebih jelasnya penanganan CB tersebut mohon dilakukan tertulis kepada kepala dinas Budpar Kota Malang,” tandasnya. (ica/aim)

Berita Terkait