Golput Masih Banyak

 
Coblosan Ulang di Kota Malang
MALANG-Meski ada coblosan ulang di tiga TPS Kota Malang, angka golongan putih (golput) tetap banyak, Kamis (25/4) kemarin. Angka kedatangan pemilih juga masih stagnan, tak terlalu berbeda dengan coblosan pada 17 April 2019. Angka golput di TPS Sukoharjo dan Penanggungan di atas 30 an persen, sedangkan di Bunurejo sekitar 21 persenan. 
Proses penghitungan juga berlangsung cepat, sebab di sejumlah TPS yang dicoblos ulang hanya untuk Capres dan DPD. Di tempat Pemungutan Suara (TPS) 14 Kelurahan Penanggungan, coblosan berlangsung dari pukul 07.00 hingga 13.00. Pemilih yang hadir 181 orang dan terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) maupun Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK). 
Menurut Komisioner KPU Kota Malang, Aminah Asmaningtyas, seharusnya ada 300 yang menggunakan hak suaranya (mencoblos). Namun memang dari pelaksanaan pertama yang dilakukan pada 17 April, yang mencoblos juga berkisar pada angka 180.
“Saya kurang tahu detailnya, 17 April kemarin yang datang kisaran 180 orang. Semoga hari ini di atas itu,” kata Aminah kepada Malang Post di tengah-tengah PSU berlangsung.
Melenceng jauh dari perkiraan para petugas ternyata perhitungan suara di TPS ini selesai cepat, yaitu pukul 15.30. sebelumnya diprediksi selesai pukul 18.00. Memang di TPS ini hanya dilakukan PSU untuk dua surat suara saja yaitu Calon Presiden dan Wakil Presiden serta DPD sehingga membuat proses pelaksanaannya berakhir lebih cepat dari perkiraan.
Hasilnya adalah Calon Presiden nomor urut 01, Jokowi dan Wakil Presiden Ma’Ruf Amin meraih banyak suara, yaitu sebesar 138. Sedangkan Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo beserta wakilnya Sandiaga Uno meraih 41 suara.
Salah satu saksi DPD, Mahendra Dinata mengatakan bahwa dalam pemilu sebelumnya yang terlaksana memang hasil suara untuk nomor urut 01 lebih banyak. 
“Sebelumnya Jokowi memang lebih banyak meraih suara dari Prabowo, namun itu tidak sah semua,” ucap Mahendra Dinata.
Warga Penanggungan yang mencoblos di TPS 14, Supiani mengatakan bahwa ia tidak mengganti pilihannya yang dicoblos. “tetap tidak berubah,” ujar perempuan berusia 60 tahun ini.
Warga lainnya, Elok Sulistianingih juga demikian ia menggunakan suaranya sama persis seperti apa yang ia pilih pada tanggal 17 April lalu. Perempuan berusa 58 ini mengaku tidak keberatan dengan adanya PSU. 
“Ini sudah kewajiban saya sebagai warga negara untuk ikut proses pemilu,” kata Elok.
Namun bukan berarti menerima PSU begitu saja, ia berharap di pemilu berikutnya tidak ada lagi PSU. Semua petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) harus benar-benar bekerja dengan teliti agar tidak terulang lagi. 
Sementara itu, Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 9 Kelurahan Bunulrejo digelar lantaran ada kelalaian petugas dalam menyerahkan surat suara. Komisioner KPU Kota Malang, Ashari Husen mengungkapkan, sejak Rabu (24/4) malam, pihaknya sudah melakukan distribusi logistik ke 3 TPS yang melakukan PSU, salah satunya di TPS 9, yang terletak di Jalan Lekso 22, Kelurahan Bunulrejo, Kota Malang. 
"Tadi pagi, sekitar pukul 07.00, pemungutasn suara dimulai," terang dia kepada Malang Post. 
Sebelumnya, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sudah menyebarkan undangan C6 kepada warga. Terhitung, ada 195 Daftar Pemilih Tetap (DPT), 13 Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan 1 Daftar Pemilih Khusus (DPK). Sehingga, totalnya menjadi 209 pemilih. Lebih lanjut, Ashari mengungkapkan, dalam PSU kali ini, pihaknya menyiapkan tiga jenis surat suara, yakni DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kota Malang. 
Sementara itu, Ketua KPPS, Purjoko menambahkan, dari jumlah 209 orang tersebut, partisipasi masyarakat cenderung menurun. "Jika pada 17 April 2019 lalu, jumlahnya mencapai 167 pemilih atau 79 persen. Sementara, pada PSU kali ini, hanya sekitar 131-an pemilih atau 63 persen," terang dia.
Terpisah, partisipasi pemilih dalam Pemilihan Suara Ulang (PSU) di TPS 17 Sukoharjo berkurang dari pemilihan awal. Dari total DPT di TPS ini yang berjumlah 262 pemilih tetap, kemarin dalam pemilihan ulang hanya 65 persen yang hadir atau sebanyak 175 pemilih hadir. 
Sebelumnya partisipasi pemilih di TPS ini berada di angka 81 persen atau sebanyak 218 pemilih datang menggunakan hak pilihnya. Hal ini memang bukan perkara mudah bagi panitia penyelenggaran pemungutan suara disana.
Hal ini diakui Ketua PPS Kelurahan Sukoharjo Suci Andayani kemarin saat ditemui. Dikarenakan pemilihan dilakukan di hari kerja maka partisipasi pemilih yang ditargetkan 100 persen akan sangat menantang dicapai. 
Akan tetapi Suci menjelaskan pihaknya memiliki cara tersendiri untuk menarik perhatian pemilih ulang itu. Yakni menyediakan hadiah cokelat bagi warga yang menggunakan hak pilihnya.
"Kita harus membikin TPS PSU (pemungutan suara ulang) ini menyenangkan, menggembirakan. Jangan bayangkan, PSU ini sebagai hal yang menyeramkan. Kita inisiatif pakai pakaian sesuai Hari Kartini, dan yang sudah nyoblos kita beri cokelat," kata Suci.
Meski begitu hinggal Pukul 13.00 WIB, partisipasi pemilih di angka 65 persen dari total DPT yang ada. Dijelaskan Suci dengan segala upaya, pemilih datang tetap tidak dapat datang sepenuhnya memenuhi target atau menyamai sebelumnya. Sebelumnya pemilih yang datang sebanyak 218 orang, dalam pemilihan ulang kemarin hanya 178 yang hadir. Total DPT sebanyak 262 pemilih.
Sementara itu hasil pemilihan di TPS ini memperlihatkan hasil Pilpres. Paslon 01 Jokowi-Ma’ruf unggul dari Paslon 02 Prabowo- Sandiaga Uno. Hasil penghitungan kemarin menunjukkan Paslon 01 mendapatkan 114 suara, sementara Paslon 02 mendapatkan 60 suara. Sementara 1 surat suara dinyatakan tidak sah. 
Saat ditanya mengenai hasil pilpres pada pemilihan awal tanggal 17 April, dikatakan Suci pihaknya tidak memiliki data rekap. Karena usai mengetahui adanya kesalahan peruntukkan surat suara.
Meski begitu Linmas TPS 17 Kelurahan Sukoharjo mengatakan pada pemilihan awal di TPS 17 dikatakan Paslon 01 yang mendapatkan suara lebih unggul dari Paslon 02.(mg2/tea/ica/ary)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :