Gubernur: Fokus Sektor Perdagangan dan Jasa


MALANG - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo banyak  menitipkan pesan dan harapan kepada  Wali Kota Malang Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko untuk lima tahun mendatang. Salah satunya, gubernur meminta duet kepemimpinan Kota Malang itu fokus pada sektor perdagangan di wilayahnya.
Hal itu disampaikan Pakde Karwo, sapaan Soekarwo, pada penyampaian misi visi wali Kota Malang dan wakil Wali Kota Malang masa jabatan 2018-2023 pada rapat paripurnas istimewa DPRD Kota Malang, awal Oktober lalu. Menurut Pakde Karwo, itu karena sektor perdagangan dan jasa memiliki kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Malang 2017 mencapai 29,60  persen.
“Jika ingin mengembangkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kota Malang, ya sektor perdagangannya harus dikembangkan agar bisa menjadi kota jasa. Sehingga ada pembagian sektor antara Kota Batu dan Kabupaten Malang yang ada di Malang Raya ini,” kata Pakde Karwo.
Dijelaskannya, ada berbagai cara untuk menjadikan Kota Malang sebagai kota jasa, diantaranya meningkatkan fasilitasi perdagangan, serta menjalin kerjasama dengan Kota Batu untuk mengembangkan pariwisata. Alasannya, potensi pariwisata di Malang Raya sangat besar, hal ini dibuktikan dengan data BPS.
“Total wisatawan nusantara yang berkunjung ke Jatim mencapai 58,65 juta orang, dari jumlah itu, sekitar 24 persennya berkunjung ke Malang Raya. Jadi, dalam setahun, sekitar 14 juta orang berwisata di Malang Raya. Lalu, rata-rata menginapnya hanya 1,7 hari, artinya, wisatawan hanya bermalam sehari, mereka lebih banyak menghabiskan dari pagi sampai sore berwisata di Kota Malang. Ini potensi luar biasa,” ujar Pakde.
Selain perdagangan, lanjutnya, sektor yang perlu dikembangkan adalah industri. Alasannya, sektor ini menyumbangkan sebanyak 25,12 persen PDRB Kota Malang tahun 2017. Untuk menumbuhkan industri, Pakde Karwo meminta wali Kota Malang memberikan stimulus kepada sektor UMKM agar semakin berkembang.
“Bapak wali kota harus mengurus bagaimana produksi, pembiayaan, dan pasar UMKM. Salah satu caranya, memberikan suku bunga murah lewat metode loan agreement melalui perbankan. Tujuannya agar produksi UMKM jadi lebih efisien sehingga dapat bersaing dengan perusahaan besar. Sebab pada umumnya, perbankan memberi suku bunga tinggi terhadap UMKM,” lanjutnya.
Akselerasi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, lanjut Pakde Karwo, melalui pengembangan sektor unggulan berdaya saing tinggi menjadi point penting yang harus diperhatikan oleh Walikota Malang.
 “Saya berharap kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Malang periode kali ini, mampu memberikan banyak kemajuan secara signifikan bagi Kota Malang” ujar Pakde Karwo.
Pakde Karwo juga berpesan agar wali Kota Malang mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor yang unggul dan berdaya saing, mendorong investasi, modernisasi infrastruktur dan meningkatkan kualitas SDM serta standarisasi kualitas produk dan SDM serta peningkatan promosi dan kerjasama ekonomi.
“Saya berharap Kota Malang tetap menjaga harmonisasi paska pilkada dengan terus menjalin silaturahmi, menciptakan suasana yang kondusif, melakukan koordinasi dengan BPS Malang untuk menentukan titik nol target kinerja serta segera menyusun RPJMD Kota Malang tahun 2018 – 2023,” tandasnya. (aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :