Gunakan e-KTP, Nyoblos Dibatasi Tempat


MALANG - Tidak masuk dalam DPT, masyarakat masih bisa menggunakan hak politiknya dengan menggunakan e-KTP. Ini merupakan putusan Mahkamah Konstitusi pada 28 Maret 2019 yang diikuti dengan terbitnya peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 9 tahun 2019.
Sehingga masyarakat yang tidak menerima surat undangan mencoblos (C6) tetap bisa menggunakan hak suaranya pada pukul 12.00-13.00, sesuai ketentuan untuk daftar pemilih khusus (DPK). Akan tetapi, peraturan ini tidak berlaku bagi masyarakat yang ingin pindah pilih namun tidak mengurus form A5. Karena syarat dalam peraturan KPU untuk penggunaan e-KTP sebagai satu-satunya syarat mencoblos, alamat TPS dan E-KTP harus sesuai.
Komisioner KPU Ashari Husen mengatakan, bahwa masyakarat harus benar-benar memahami putusan MK. “Boleh nyoblos, tapi alamat TPS dengan e-KTP harus sesuai,” kata Ashari kepada Malang Post.
Jika ingin tetap menggunakan hak pilih di tempat lain menurutnya, harus mengurus form pindah pilih (A5). Namun, untuk pendaftaran A5 telah ditutup sejak H-7 sebelum diselenggarakannya pemilu, yaitu tanggal 10 April lalu. Satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah mencoblos ditempat yang sesuai dengan alamat E-KTP.
KPU Kota Malang menyayangkan keluhan masyarakat, khususnya dari kalangan mahasiswa yang tidak mengetahui peraturan. Pasalnya, KPU Kota sudah sering melakukan sosialiasi dan menghimbau agar para mahasiwa segera mengurus A5.
“Mulai dari radio, kampus-kampus, sosial media KPU Kota Malang. semuanya sudah kami lakukan dan sebarkan informasi agar mahasiswa dapat menggunakan hak suaranya,” ucap Ashari.
Menurutnya, penyebaran mekanisme A5 sudah sangat intensif di lakukan. Hal itu dapat diukur dari banyak mahasiswa dan kalangan lain yang mengurus form A5 agar terdaftar di DPTb. Jumlah yang masuk yaitu 17.273.
KPU dituntut kerja cepat sehingga masyarakat harus mematuhi peraturan yang ada, terlebih sebelumnya banyak peraturan-peraturan baru disahkan untuk memenuhi kebutuhan coblosan masyarakat agar lebih mudah dan tidak berbelit di administrasi.
“Masyarakat agar peduli sejak awal bergulirnya masa kampanye yang dimulai akhir tahun lalu. Ia mengajak dalam pemilu ini agar masyarakat benar-benar memakai hak pilihnya dengan baik,” tandasnya. (mg2/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :