Harga Sewa Aset Pemkot Rendah


MALANG - Harga sewa lahan milik Pemerintah Kota Malang atau aset Kota Malang terbilang rendah. Namun, Pemkot Malang mengklaim pendapatannya telah naik signifikan. Hal ini diketahui pada nilai PAD yang disumbangkan dari sektor retribusi dan hasil pengelolaan kekayaan daerah di 2018.
Untuk harga pakem sewa tanah milik Pemkot Malang sendiri berbeda-beda. Hal ini diatur dalam sebuah formula tersendiri berdasarkan beberapa komponen. Menurut Perwal Kota Malang No 91 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pelaksanaan Sewa Barang milik Daerah berupa tanah dan atau bangunan disebutkan beberapa variabel perhitungan harga sewa tanah.
Yakni berdasarkan nilai tanah (Disesuaikan tahunnya saat itu, Red) dan luas tanah. Yang kemudian dikalkulasikan lagi dengan faktor variabel tanah yang ditentukan daerah. Di Kota Malang ditentukan sebesar 3,33 persen untuk tanah. Maka jika nilai tanah dan luas tanah sudah ditemukan tinggal dibagi dengan persentase yang ditentukan Pemkot Malang.
Salah satu anggota Komisi B DPRD Kota Malang Lookh Makhfudz menyebut besaran nilai harga sewa tanah milik Pemkot yang sempat ia ketahui ada yang bernilai di bawah Rp 1 Juta. Nilai itu untuk sewa per tahun satu bidang tanah yang berlokasi berada di Kawasan Jalan Karya Timur dan kawasan Dieng.
Sementara itu menurut penyampaian Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji dalam Laporan Pertanggungjawaban penggunaan anggaran APBD 2018, hasil pengelolaan kekayaan daerah Kota Malang mencapai 124 persen.
Target yang dipatok sebelumnya adalah Rp 19,9 Miliar. Yang terealisasi hingga akhir masa anggaran 2018 lalu sebesar Rp 24,7 Miliar. Maka ada lebih Rp 4,8 Miliar. Sementara itu aset daerah Kota Malang juga sebagian ada yang masuk dalam sektor retribusi.
Dari sektor retribusi daerah, di 2018 lalu Kota Malang mencapai target 98,11 persen dari target PAD sebesar Rp 51,4 Miliar. Yang terealisasi sebesar Rp 50,5 Miliar.
Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan pemasukan yang lumayan signifikan pada sektor pengelolaan kekayaan daerah, juga termasuk dari pengelolaan aset daerah yang banyak. Aset itu berupa lahan atau tanah. Dikatakannya, di 2018 memang harga sewa tanah aset Pemkot Malang dinaikkan.
Kenaikan itu menyusul adanya catatan dan evaluasi yang diberikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) belum lama ini. Di mana daerah diminta untuk melakukan evaluasi berkaitan dengan harga sewa lahan dan tanah yang diberikan kepada swasta.
"Jadi kenapa PAD sektor sewa lahan terlampaui sampai lebih dari target yang ditetapkan karena sebelumnya ada catatan dari BPK untuk menaikkan harga sewa. Selama ini harga sewa tanah masih terlalu rendah," ungkapnya.
Setelah ada evaluasi berkaitan dengan penentuan harga sewa lahan dan tanah milik Pemkot Malang itu, menurutnya PAD langsung mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
"Jumlah total luas aset tanah hingga saat ini masih akan diinventarisir lagi. Tapi yang jelas harga sewa tanah yang sebelumnya ada yang Rp 10 juta sekarang bisa jadi Rp 1 Miliar," imbuhnya.

Berita Terkait