Hindari Macet, Pilih Jalan Alternatif



MALANG - Meski proses penguatan konstruksi Jembatan Soekarno-Hatta (Jembatan Soehat) sudah mulai dikerjakan dan tidak menimbulkan kemacetan yang signifikan, warga Kota Malang harus bersiap memikirkan jalur alternatif. Jalur alternatif inilah yang nanti akan berguna jika konstruksi jembatan sudah masuk dalam tahap pengaspalan baru.
Tidak jauh dari jembatan pun sudah terdapat papan imbauan bagi warga. Dimana pada papan tersebut tertulis imbauan bagi pengguna jalan untuk menggunakan jalan alternatif dan tidak melewati Jembatan Soehat.
Menurut pantauan Malang Post, Jumat (15/9) arus lalu lintas di kawasan Jembatan Soehat masih padat lancar seperti biasa. Belum terlihat adanya penutupan jalan. Proses pengaspalan baru, masih belum terlihat.
Hanya saja, aspal jalan di jembatan tersebut sudah dikerok hampir sepenuhnya. Maka dari itu, tidak pula terlihat adanya pengaturan lalin secara khusus oleh pihak terkait akibat proses penguatan konstruksi Jembatan Soehat.
Meski begitu, Kasatlantas Polres Malang Kota AKP Ady Nugroho saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya memiliki beberapa skema jalan alternatif ketika nanti jalan akan ditutup untuk proses pengaspalan baru. Salah satunya via Jalan Cokelat-Kalpataru dan Jalan Pisang Kipas-RRI.
“Warga dari kawasan Soehat yang ingin ke arah kota bisa masuk ke kawasan jalan bunga-bunga,” ungkap Ady.
Dia menjelaskan, melalui kawasan tersebut akses ke kota bisa mudah. Terutama lewat Jalan Cokelat-Kalpataru-Mawar-Tawangmangu lalu sampai jalan besar di kawasan S. Parman atau bisa melewati jembatan kecil (jembatan pelor) tembus langsung ke kawasan Oro-Oro Dowo (khusus sepeda motor).
Warga yang datang dari arah Blimbing pun, dapat langsung melewati jalan besar Ahmad Yani, lurus terus ke Jalan Letjen Sutoyo sampai ke Jalan S Parman. Dari situ, warga langsung masuk ke pusat Kota Malang tanpa melewati Jembatan Soehat.
“Sementara itu yang dari Soehat mau ke arah Dinoyo atau Batu bisa lewat Pisang Kipas atau kawasan jalan masuk ke RRI,” ungkap Ady.
Warga Kota Malang memiliki dua pilihan jalan alternatif lain untuk ke Dinoyo dan Batu tanpa harus melewati Jembatan Soehat. Jika melewati Jalan Pisang Kipas (gang sebelah Pizza Hut Seohat), warga bisa terus mengikuti jalan ini sampai akhirnya tembus ke Dinoyo (gang sebelah Polsekta Lowokwaru).
Sedangkan jalan alternatif melewati gedung RRI Malang (Jalan Candi Panggung), warga tinggal mengikuti jalan tersebut sampai menemukan perempatan (Simpang Akordion). Warga yang ingin ke Batu dapat belok ke kanan menuju Jalan Akordion Selatan lalu Jalan Saxophone dan mengikuti jalan sampai tembus ke kawasan Jetis, Batu.
“Tentu saja tetap dipantau. Tetapi banyak pekerjaan akan dilakukan pada malam hari. Karena koordinasi sebelumnya kita memang minta agar pengerjaan dilakukan dalam keadaan sepi pengendara,” terang Ady.
Meski jalan alternatif terbilang mudah diakses, Pemkot Malang ternyata belum menyiapkan skema pengaturan lalin yang terkoordinir terkait aktivitas perbaikan Jembatan Soehat. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Malang, Ir. Ngoedijono, Ms. Tr saat dimintai tanggapan.
“Masih belum ada koordinasi soal ini. Tapi dalam waktu dekat akan dilakukan, pemkot dan kepolisian serta dari pihak provinsi juga,” tandas pria yang akrap disapa Oong ini.
Ia mengatakan, pihaknya juga harus mengetahui proses pengerjaan seperti apa saja yang nantinya akan dilakukan. Agar pengaturan lalin pun diberikan secara tepat. Jika tidak memang jembatan akan ditutup setengah, warga diharapkan memakai jalan lain.
Meski begitu pihaknya tetap belum dapat memberikan keputusan soal penerapan pengaturan lalin selanjutnya. “Kita nunggu keputusan koordinasi dengan pihak-pihak terkait nantinya,” pungkas Oong.
Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jatim Gatot Sulistiyo Hadi menjelaskan pihaknya tidak akan menutup total jembatan. Penutupan setengah jalan pada Jembatan Soehat lah yang akan dilakukan dalam prosesnya.
Gatot juga menegaskan, pengerjaan sebagian besar akan dilakukan malam hari dan sebisanya tidak menganggu pengguna jalan. Pengerjaan konstruksi akan ditargetkan selesai pada Desember mendatang.
“Kami imbau agar pakai jalan alternatif dulu selama pekerjaan. Nanti akan ada pelapisan aspal baru. Ini yang kemungkinan membutuhkan penutupan jalan,” pungkasnya. (ica/han)

Berita Lainnya :