Inovasi Layanan Publik Genjot Kinerja OPD


MALANG - Setelah memberikan penghargaan kepada OPD yang berprestasi dengan inovasinya, Pemkot Malang terus mendorong program One Agency One Innovation yang didengungkan Wali Kota Malang Drs H Sutiaji dalam rapat koordinasi OPD Pemkot Malang. Setiap OPD wajib memiliki inovasi. Rencananya akan di kompetisikan antar OPD di lingkungan Pemkot Malang.
"Ini adalah gerakan yang mewajibkan satu instansi menghasilkan inovasi pelayanan publik. Agar pembentukan inovasi layanan publik muncul dari persaingan yang sehat antar instansi, serta memenuhi persyaratan objektif penilaian sebagai sebuah inovasi.  Karena itu, kami akan dilakukan kompetisi antar OPD," kata Sutiaji.
Ia melanjutkan, Pemerintah Kota Malang berkomitmen terus berusaha lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan segala upaya.  Salah satunya dengan melaksanakan kompetisi inovasi pelayanan publik (KIPP). Pelaksanaannya dimulai Januari 2019 sampai dengan 31 Maret 2019.
Pedoman dan tata cara KIPP Tahun 2019 dapat dilihat di website Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Malang.
"Nanti peraih peringkat tiga terbaik akan diikutkan pada kompetisi inovasi pelayanan publik tingkat provinsi atau (KOVABLIK)  dan kompetisi inovasi pelayanan publik SINOVIK yang diselenggarakan Kementerian PAN-R," terangnya.
Hal ini pun digencarkan, menyusul disebutnya Kota Malang sebagai trendsetter inovasi. Pernyataan itu diungkapkan pemerhati dan peneliti dari LIPI dan LAN belum lama ini saat forum penilaian Innovative Government Award 2018 yang diprakarsai Kementerian Dalam Negeri.
Salah satu inovasi wali kota yang baru kali pertama adalah inovasi lelang kinerja Pemkot Malang. Sistem ini membuat kerja OPD dilelang dan memiliki beban kontraknya sendiri-sendiri. Sehingga terdapat reward dan punishment ketika kerja tidak tercapat atau tercapai dengan sukses. (ica/aim)

Berita Terkait