Izzi Ingin Beli Motor dari Uang Bonus


Kolam renang Petrokimia Gresik menjadi ajang pembuktian perenang Kota Malang Izzi Dwi Faiva. Gadis belia siswa kelas 3 SMP 8 Malang itu telah menunjukkan prestasi yang gemilang dalam gelaran Porprov VI Jatim di kolam renang Petrokimia Gresik. Pada hari pertama, Izzi berhasil meraih satu medali emas dan memecahkan rekor Porprov.  Pemecah rekor lain adalah Ardenti Rucira Zuhra di nomor 100 meter punggung.
Jumat sore, dia kembali mempersembahkan medali emas 800 meter gaya bebas.  Sebenarnya sore itu dia berpeluang menambah emas kelas 4 x 200 estafet putri, tapi hanya mampu berada di posisi kedua dengan raihan medali emas. Dengan demikian Izzi sudah meraih dua medali emas dan satu perak.
Selain Izzi, perenang Ruth Viantika juga menyumbang medali perak untuk nomor 100 meter gaya kupu-kupu. Ruth nyaris meraih medali emas, karena selisih waktunya dengan perenang juara pertama sangat tipis.
Cabang renang Sabtu ini masih memainkan beberapa nomor, terutama untuk jarak jauh. Menurut Yossi, pelatih tim renang Kota Malang, para perenangnya masih berpeluang untuk menambah medali, meskipun diakui persaingan sangat berat. Dominasi Kota Surabaya di arena kolam renang masih sangat kuat. Di bawahnya ada Gresik dan Kota Malang.
Di nomor perorangan, tampaknya Izzi tidak memiliki pesaing. Dari dua medali emas yang diraih, dia berhasil menang dengan selisih waktu yang cukup panjang. Hanya saja ketika turun di nomor estafet, dia tidak mampu mendongkrak prestasi timnya, karena kemampuan para perenangnya tidak imbang. ‘’Untuk nomor estafet kita masih kalah dengan Surabaya,’’ ujar Yossi.
Izzi menjadi pusat perhatian di arena renang, selain karena prestasinya, hadiah yang diraihnya juga menarik perhatian penonton dan para pembina renang dari berbagai daerah. Bonus yang diberikan oleh KONI Kota Malang dianggap sebagai perangsang untuk berprestasi lebih baik. Usai penyerahan medali, Izzi langsung menerima bonus Rp 5 juta, dari Rp 30 juta yang dijanjikan untuk peraih medali emas. Sampai Jumat, Izzi sudah meraih dua medali emas, sehingga dia akan mendapat bonus Rp 60 juta. Yang 10 juta sudah diserahkan sebagai bonus ‘’mentas’’ usai lomba.
Usai menerima bonus uang yang dibungkus dalam amplop coklat, dia langsung bergabung dengan teman-temannya. Tak lama setelah itu dia menyerahkan uang tersebut kepada ibunya.  Untuk apa bonus tersebut ? ‘’Saya kepingin beli motor,’’ katanya singkat. Bonus itu masih belum termasuk dari medali perak estafet, meskipun jumlahnya tidak sebanyak bonus medali emas perorangan. Dia merasa bersyukur jerih payahnya selama ini membuahkan hasil yang membanggakan bagi dirinya dan Kota Malang. (nun)