Jaga Kampung Kelir, Jangan Kembali Kumuh

 
MALANG - Kampung Kelir Pramuka di Jalan Muharto Gang V mulai terlihat penuh warna dengan beragam hiasan mural. Pemandangan itu tak lain karya dari seribu penegak pramuka Kwarda Jatim zona 3 Malang Raya yang melakukan bakti sosial dalam rangka Festival Wirakarya Pramuka 2018.
"Hari ini (kemarin, Red) peserta sudah hampir selesai mengecat. Sekarang tinggal menambahkan mural-mural. Namun genteng sebagian belum karena akan digarap oleh warga, tukang dan Insya Allah dibantu dari Kodim juga," ungkap Sekretaris Kwarcab Pramuka Kota Malang, Agus Sulistina SE kepada Malang Post, kemarin.
Bahkan, lanjutnya, ada beberapa sisi yang tidak masuk dalam agenda pengecatan juga ikut dicat dan dihias. Pantauan Malang Post, beberapa rumah warga beserta gentengnya di bagian bawah juga telah dicat jika dilihat dari atas jembatan. Kondisi itu membuat kawasan Muharto RW 6 tidak begitu kumuh seperti sebelumnya.
Meskipun belum rampung secara keseluruhan, nantinya pengecatan dan perbaikan kampung akan dilanjutkan oleh warga sekitar. Ketua RW 6, Muhammad Tamin mengatakan, proses pengecatan sudah rampung sekitar 90 persen. Sedangkan pengecatan pada genteng-genteng masih 60 persen.
"Nantinya estafet, warga yang akan meneruskan lagi dari swadaya ketika hari ini belum selesai," ujar Tamrin. Pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung adanya Festival Wirakarya Pramuka 2018 ini. Sebab keinginannya agar kampung tidak terlihat kumuh.
Meski demikian, lanjut dia, masih ada tugas lainnya yang lebih penting. Yakni bagaimana warga sekitar bisa menjaga kebersihan agar kampung tidak kumuh. Terutama agar tidak membuang sampah ke sungai.
"Itu PR bagi kami untuk meningkatkan kualitas kebersihan sekitar. Dengan begitu harapannya ekonomi warga sekitar juga lebih terangkat," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Beny Setya Putra mengatakan keberadaan seribu penegak pramuka pada hari terakhir itu dimanfaatkan dengan sosialisasi. Di antaranya tentang pola hidup bersih dan sehat, makanan yang layak dan higienis.
"Nantinya setelah peserta mendapat sosialisasj akan mensosialisasikan kembali kepada warga. Tujuannya untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan hidup sehat. Dengan begitu akan terpupuk jiwa gotong royongnya," tambah Beny. (tia/aim)

Berita Lainnya :