Jaga Keaslian Bangunan, Ada Lorong Tembus Pendopo

 
Keberadaan masjid tidak hanya menjadi tempat peribadatan, tapi juga menjadi pusat pembinaan umat. Dimasa lalu, keberadaan masjid juga berperan dalam mengobarkan semagat perjuangan kebangsaan. Salah satu masjid yang memiliki nilai historis di Kota Malang adalah Masjid Agung Jami (MAJ) Kota Malang yang telah 143 tahun. Sampai kini tetap terjaga dengan baik, meski telah kali beberapa mengalami renovasi.
Berdirinya Masjid Agung Jami, merupakan salah satu dari beberapa syarat yang harus ada dalam keberadaan pemerintah saat itu. syarat adanya pusat pemerintah harus mencakup tiga komponen yaitu, Pendapa Kabupaten , masjid dan  alun-alun. Karena itu keberadaan MAJ Kota Malang berada diantara Alun-alun dan juga pendopo Kabupaten Malang. Adapula gereja yang bersebelahan dengan MAJ. 
MAJ di bangun pertama tahun 1875 oleh Bupati Malang yang saat itu menjabat. Pembangunan masjid ini bersamaan dengan pembangunan gereja yang ada disebelahnya. 
”Pembangunan masjid ini tak lain untuk memudahkan umat muslim menjalankan ibadah,’’ kata Ketua Takmir Masjid Agung Jami KH Zainuddin Muhith. 
Saat itu Masjid Agung Jami dibangun di atas tanah pemerintah, dengan luas 2000 meter persegi. Berdirinya masjid Agung Jami ini mendapat respon luar biasa, terutama bagi umat muslim. Itu dibuktikan, hampir setiap waktu salat, masjid ini dipenuhi banyak jamaah. Terlebih saat salat Jumat dan hari raya, jamaah pun meluber hingga ke Alun-Alun.
Kondisi inilah yang kemudian membuat pemerintah saat itu melakukan pemugaran dengan memperluas masjid. yaitu tahun 1890. Bangunan perluasan pun dibuat lebih modern. Pilar-pilar masjid tak semuanya menggunakan kayu jati, tapi juga menggunakan besi. Ornamen-ornamen lain  pada masjid pun dibuat lebih modern dibandingkan dengan bangunan aslinya. 
”Renovasi pertama atau perluasan itu selesai awal tahun 1900 an. Bangunannya lebuh modern. Ya lebih bagus dan lebih kokoh,’’ tambah Zainuddin, yang mengatakan pembangunan masjid ini tercatat pada prasasti yang ada di masjid. 
Dia mengatakan setelah renovasi Masjid ini memiliki bentuk bujur sangkar berstruktur baja dengan atap tajug tumpang dua.  Masjid yang terletak di Jalan Merdeka Barat ini banyak menyimpan banyak sejarah.
Beberapa sumber menyebutkan jika Masjid Agung Jami Malang mempunyai dua gaya arsitektur, yaitu arsitektur Jawa dan Arsitektur Arab. Gaya arsitektur Jawa terlihat dari bentuk atap masjid bangunan lama yang berbentuk tajug. Sedangkan gaya arsitektur Arab terlihat dari bentuk kubah pada menara masjid dan juga konstruksi lengkung pada bidang-bidang bukaan pintu dan jendela.
Bangunan masjid ini di topang oleh empat sokoguru utama yang terbuat dari kayu jati dan 20 tiang yang bentuknya dibuat mirip dengan 4 kolom itu, dibangun dengan penuh tirakat dan keihlasan para pendirinya dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bahkan, ada jalur khusus, terowongan di bawah tanah dari MAJ menuju Pendopo Kabupaten Malang. Belakang jalan itu sudah ditutup karena banyak bagian yang tertutup.
”Bangunan ini memiliki sejarah yang sangat kuat. Itu sebabnya, meskipun telah direnovasi, terus menerus, tapi bangunan aslinya tetap harus dipertahankan. Termasuk ornamen-ornamennya,’’ tambah pria yang menjabat sebagai takmir masjid sejak tahun 2012 lalu.
Masjid Agung Jami sendiri terakhir direnovasi tahun 2015 lalu. Dan renovasi masjid ini di resmikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim. Di Masjid Agung Jami sendiri tak hanya digunakan sebagai tempat salat atau beribadah saja. Tapi disini, juga digunakan sebagai tempat pendidikan, serta beragam kegiatan lainnya.
”Ada TK, ada madrasah, ada radio Madinah dan lainnya. Ini kami terus kembangkan. Artinya, kami ingin, masjid ini berkembang, tentunya untuk kemakmuran umat,’’ tambah bapak empat anak.
Dia juga menyebutkan sempat membuat layanan kesehatan. Namun karena tempatnya kurang memenuhi syarat, layanan kesehatan itu pun akhirnya dicancel.”Sebentar lagi kami juga membangun pesantren. Mohon doa restunya ya, semoga pembangunan cepat selesai dan tidak ada kendala apapun,’’ tandas pria asli Turen, Kabupaten Malang ini. (ira/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :