Jaga TPS, TNI-Polri Pamer Kekuatan Keliling Kota


MALANG – Pengamanan pelaksanaan Pemilu dilakukan maksimal aparat keamanan. Sejak Selasa (16/4), ribuan aparat keamanan, baik Polisi, TNI, Satpol PP, dan Linmas sudah ditempatkan di 2.352 TPS dan 13 TPS khusus yang ada di Lapas. Satu polisi akan menjaga 5 sampai 6 TPS yang dibantu 12 anggota Linmas.
Selasa , aparat keamanan seluruh unsur mengikuti Apel Gelar Pasukan dalam rangka Pergeseran Pasukan Pengamanan Tahap Pungut dan Hitung Suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Kota Malang, di Alun-Alun Malang.
“Kami akan melakukan pengamanan dengan mengerahkan 800 personil Polri, TNI 2 SSK serta Satpol PP dan Limas," kata Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri kepada Malang Post.
Dijelaskannya, apel tersebut digelar sebagai langkah antisipasi potensi kerawanan yang mungkin terjadi saat tahap pungut dan hitung suara di TPS. Seperti peningkatan potensi massa dan adanya intimidasi dari oknum masyarakat.
Untuk pengamanan tersebut, pihaknya melakukan ploting pasukan yang terdiri dari satu anggota polisi yang berjaga di lima sampai enam TPS. Selain itu, diperkuat juga dengan 10-12 linmas.  Pasukan pengamanan di TPS akan melakukan pengamanan sampai proses perhitungan suara selesai.
 "Setelah melakukan pengamanan di TPS akan bergeser ke PPK. Apabila ada gangguan permasalahan, segera melakukan laporan dan rekap untuk melakukan tindak lanjut menuju lokasi," papar dia.
Lebih lanjut Asfuri mengungkapkan, pihaknya akan memberikan tambahan personil di TPS khusus. "Seperti Lapas Lowokwaru dan lapas Wanita. Sebab, situasi dan kondisinya berbeda dengan lainnya," terangnya.
Untuk mengantisipasi serangan fajar, pihaknya sudah membentuk tim koordinasi dengan Bawaslu. "Apabila ditemukan adanya masyarakat atau kelompok yang melakukan money politics akan kami sampaikan ke Bawaslu untuk ditindak lanjuti dengan Gakkumdu," tandas dia.
Wali Kota Malang, Sutiaji menambahkan, kegiatan apel tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan Pemkot Malang dan jajaran samping untuk mengamankan Pemilu 2019. "Semua komponen bergabung untuk mengamankan Pemilu. Supaya tidak ada tekanan dan isu-isu yang bermunculan. Sehingga, masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya dengan perasaan aman dan nyaman," tambahnya.
Setelah apel selesai, Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, Dandim 0833 Kota Malang, Letkol (Inf) Tommy Andersom dan Wali Kota Malang, Sutiaji beserta seluruh jajaran berkeliling Kota Malang untuk melakukan show of force. Mereka berkeliling ke lima kecamatan di Kota Malang untuk melakukan pemantauan menjelang pelaksanaan Pemilu 2019.(tea/aim)

Berita Terkait