Jalan Raya Jadi Sungai

Hujan deras selama setengah jam mengubah Jalan Danau Sentani Sawojajar menjadi sungai, kemarin.
 
Hujan Deras di Sawojajar 
MALANG- Setidaknya ada tiga titik kawasan Sawojajar tergenang air banjir, usai hujan deras melanda Kota Malang selama kurang lebih 30 menitm kemarin. Seketika itu juga, tiga kawasan jalan protokol di Sawojajar, menjadi bak sungai kecil di tengah pemukiman. Kawasan ini adalah Jalan Maninjau, Sentani dan Danau Toba.
Pantauan Malang Post, sekitar Pukul 14.30 WIB hujan deras melanda, namun setengah jam kemudian hujan berhenti. Di sebagian tempat di Sawojajar masih mengalami hujan intensitas yang rendah. Di sinilah pemandangan air meluber begitu terasa. 
Air hujan menggenangi seluruh permukaan jalan di Kawasan Danau Toba (kawasan perempatan BTN, Red). Seluruhnya ditutupi air hujan yang tidak berhasil ditampung oleh sistem drainase di sekitar kawasan itu.
Alhasil aspal serta marka-marka jalan ini tidak nampak. Karena kawasan Danau Toba tertutupi air yang meluber. Bergerak lebih jauh ke dalam pun, Malang Post mendapati kondisi yang sama. Yakni di dua kawasan Jalan Maninjau dan Sentani. 
Keduanya terlihat seperti sungai. Pasalnya seluruh permukaan jalan dipenuhi air hujan yang meluber. Terlihat banyak kendaraan yang melambatkan laju kecepatannya dan membuat lalin di sekitar kawasan ini melambat. 
“Saya tadi mau lewat jalan Danau Toba tapi karena banjir saya belok ke Maninjau. Lha kok sama saja malah tambah parah ini,” papar Diandra Putri salah seorang pengendara yang melintasi kawasan Jalan Maninjau Raya kemarin usai hujan deras sekitar Pukul 16.30 WIB.
Hal yang sama juga dilontarkan warga kawasan Jalan Sentani, Mulyono. Ia mengatakan luapan air berasal dari gorong-gorong yang tersumbat. Ia memperlihatkan titik gorong-gorong yang di dalamnya meluap beberapa sampah plastik. 
Pria paruh baya ini menjelaskan jika hujan melanda memang kawasan Setani maupun Maninjau akan tergenang. 
“Tapi baru setahun terakhir agak parah. Mungkin gorong-gorongnya jadi tambah mampet. Tapi setengah jam kalau hujan berhenti turun airnya,” terang Mulyono. 
Sebenarnya, menurut pantauan Malang Post kemarin genangan air yang meluber ke jalan tidak hanya di kawasan Sawojajar saja. Genangan air yang menutupi jalan ini bahkan sudah terlihat jika warga berkendara dari arah Kelurahan Madyopuro.
Di kawasan perempatan Jalan Ki Ageng Gribig-Danau Jonge terlihat genangan banjir menutupi dua kawasan yang terbilang lebar ini. Gorong-gorong kembali meluap tidak dapat menampung air hujan yang datang. 
Terkait munculnya titik-titik genangan air yang meluber ke jalanan di Kota Malang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang Ir. Hadi Santoso menegaskan normalisasi gorong-gorong tengah digencarkan. 
Beberapa kawasan memang sudah diidentifikasi untuk dilakukan normalisasi seperti kawasan Sawojajar. Meski begitu hal ini masih dilakukan bertahap.
“Kurang lebih ada 26 titik kawasan Kota Malang sudah dipantau sering terjadi genangan. Kita tetap turunkan satgas untuk pantau kawasan lainnya. Jika memang darurat normalisasi pasti akan langsung dilakukan,” tegas Mantan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Malang ini. 
Dikatakannya normalisasi gorong-gorong yang selama ini dilakukan menemukan hal yang sama terkait penyebab tersumbat gorong-gorong. Yakni sampah yang menumpuk.
“Tumpukan sampah terpotret mengganggu arus air pada saluran (drainase) yang ada. Itu hampir tiap hari dilakukan teman teman tim (saat normalisasi ditemukan sampah,red) dan selalu saja menemukan buah perilaku tidak bertanggung jawab ‘warga’ yang seenaknya membuang sampah ke saluran saluran air,” tegasnya. 
Untuk itu ia mengimbau warga juga ikut melakukan pembersihan gorong-gorong lingkungannya sendiri. Sementara pihaknya juga tetap melakukan normalisasi gorong-gorong. (ica/ary)
 
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :