Please disable your adblock and script blockers to view this page


Jembatan Lori Bumiayu Memprihatinkan


MALANG - Kondisi jembatan lori penghubung Kelurahan Kebonsaari dan Kelurahan Bumiayu sangat memprihatinkan. Jembatan bekas kereta Lori Pabrik Gula Kebonagung itu sudah banyak yang berlubang dan ditambah seadanya dengan balok kayu. Akibatnya, sering terjadi kecelakaan.
Hampir disepanjang jembatan terdapat lubang-lubang yang mengintai pengendara motor. Warga Bumiayu, Siho mengatakan, bahwa setiap hari ada orang jatuh. “Lihat saja nanti pasti ada yang jatuh, setiap hari sudah biasa,” terangnya.
Siho menjelaskan, ia dan warga sering menambal lubang-lubang jembatan. “saya dan warga yang nambal jalan, tapi dengan bahan seadanya seperti kayu dan bongkahan batu, “ ujar Siho. Menurutnya, pemerintah belum memperbaiki jembatan Lori itu. Padahal, keberadaanya sangat dibutuhkan masyarakat sebagai jalan alternatif untuk menuju wilayah Bumiayu.
Pria berusia 50 tahun ini menjelaskan, meskipun jalan rusak, masyarakat tetap menggunakan jalan ini sebagai jalan pintas.
“Jembatan ini selalu ramai sampai jam 12 malam. Mobil-mobil lewat sini,” jelas Siho. Padahal penerangan lampu dijembatan ini sangat minim. Jembatan Lori ramai dilewati untuk menghindari macet yang terjadi di Pasar Gadang. “Pasar Gadang itu macet terus, makanya masyarakat lewat sini,” ucapnya.
Joko, warga Bumiayu yang setiap hari mengatur lalu lintas di jembatan, menginginkan pemerintah peduli dengan jembatan ini. “Gak pernah diurus ini jembatan ini sama pemerintah. Dulu pernah wali kota Malang, Abah Anton ke sini, tapi tidak ada kelanjutan,” terangnya.“Semoga orang-orang atas bisa segera memperbaiki,” imbuh Joko.
Sekretaris Kelurahan Bumiayu, Muhammad Mansyur ditemui di kantornya mengatakan, sejak tahun lalu diusulkan untuk diperbaiki. “Tahun 2018 sudah diusulkan, sampai tahun ini tidak ada kelanjutan jadi kita usulkan lagi. Alhamdulilah menjadi prioritas nomor satu di Kelurahan Bumiayu,” kata Masyur.
Setelah itu, pembangunan jembatan ini diusulkan pada Musrembang tingkat kecamatan dan ditetapkan menjadi prioritas nomor 4. “Di tingkat kecamatan menjadi nomor 4, semoga nanti di Musrenbang tingkat kota tetap jadi prioritas pembangunan nomor atas,” terang Mansyur.
Kelurahan Bumiayu mengusulkan pada musrenbang agar jembatan diperbaiki total. “Jembatan itu sudah lama, dari saya kecil sudah ada. sekarang banyak bagian yang perlu dibenahi,” terangnya. Menyadari jika jembatan membahayakan, pihkanya akan segera memperbaiki sesuai kemampuan.
“Jika butuh dana banyak, coba kita ajukan proposal dana kepada dinas-dinas terkait,” ujar Mansyur. Terkait penambahan fasilitas kecil seperti lampu dan penambalan ringan, ia akan mengkoordinasikan dengan RW setempat. “Kami akan koordinasikan kepada RW setempat,” tandasnya.
Pria berusia 51 itu menambahkan, pemantauan keamanan di jembatan akan diinstruksikan ke Babinsa. “Lewat Babinsa kami akan siaga memantau jembatan. Jika ada kecelakaan maupun kriminalitas agar segera tertangani,” terangnya.
Mansyur sangat berterima kasih kepada masyarakat yang mempunyai kesadaran untuk memperbaiki jalan. “Saya senang warga cepat tanggap. Kerja bakti di jembatan itu harus digalakkan untuk merawat bersama,” pungkasnya. (mg2/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :