Jurnalis Malang Raya Gelar Aksi Protes


MALANG - Pemberian remisi untuk I Nyoman Susrama, terpidana pembunuh Prabangsa, wartawan Radar Bali diprotes jurnalis Malang. Wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis untuk Keadilan, Jumat (25/1) kemarin menggelar aksi protes di depan Balai Kota Malang.  
Aliansi yang terdiri dari AJI Malang, IJTI Korda Malang Raya, IJTI Pengda Jawa Timur, PWI Perwakilan Malang Raya, PFI Malang dan PPMI Malang menuntut pencabutan remisi Susrama. Saat menggelar aksi, para jurnalis mengumpulkan kartu pers dan kamera lalu dibiarkan tergeletak di hadapan mereka. Selain orasi, juga diisi pembacaan puisi oleh jurnalis.
Koordinator aksi, Abdul Malik menyatakan pemberian remisi terhadap hukuman seumur hidup Susrama mengkerdilkan kebebasan pers yang diatur dalam UU nomor 40 tahun 1999. Pasalnya Prabangsa dibunuh karena karya jurnalistiknya mengungkap kasus korupsi.
"Di dalam negara yang katanya serius memberantas korupsi, ada wartawan yang dibunuh karena berita korupsi. Tapi kok pembunuhnya mendapatkan remisi," kata Malik di sela-sela orasi.  
Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo memberikan remisi kepada I Nyoman Susrama, otak pembunuh wartawan Radar Bali, Jawa Pos Grup, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa. Jurnalis ini dibunuh karena berita. Remisi tertuang melalui Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 2018 Tentang Pemberian Remisi Berupa Perubahan dari Pidana Penjara Seumur Hidup Menjadi Pidana Penjara Sementara tertanggal 7 Desember 2018.
Lebih lanjut Malik mengatakan, pemberian remisi itu merupakan sebuah kemunduran demokrasi dan perlindungan pers di Indonesia. Ini menjadi preseden buruk bagi perjuangan kemerdekaan pers dan demokrasi.
"Remisi seumur hidup menjadi 20 tahun, bisa saja setelah menjalani hukuman akan kembali menerima keringanan dan selanjutnya menerima pembebasan bersuara," katanya.
Selain menyesalkan sikap pemerintah, Malik menilai remisi tersebut mencederai insan pers di Indonesia dan membuktikan penegakan hukum kasus kekerasan terhadap jurnalis masih lemah. Padahal sekian kasus pembunuhan dan kekerasan terhadap jurnalis tidak pernah diungkap, bahkan terkesan dibiarkan mengambang. (fin/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :