Kabel Semrawut, Pemkot Rencanakan Sistem Ducting

POTONG KABEL: Wali Kota Malang Sutiaji memotong kabel yang semrawut di Jalan Borobudur, Kota Malang beberapa waktu lalu.
 
 
MALANG- Penataan kabel yang semrawut di Kota Malang memerlukan perencanaan yang matang. Rencananya, jaringan kabel yang semrawut akan ditata ulang menjadi sistem kabel tanam bawah tanah (ducting). Beberapa waktu lalu, Wali Kota Malang Sutiaji sempat melakukan operasi penertiban kabel di wilayah Blimbing.
Pembahasan sudah dilakukan dinas terkait dan tengah disusun juga kajiannya dari berbagai sisi dan aspek. Sekda Kota Malang Drs Wasto menyampaikan, rencana penataan kabel bawah tanah sudah direncanakan sejak lama. Namun memang belum direalisasikan secara nyata. Meski begitu pembahasan terus dilakukan secara intens. 
“Ada hal yang juga butuh pertimbangan besar. Salah satu yang paling mendasar adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk sistem ducting ini. Masih terlalu besar anggarannya,” kata Wasto. 
Meski begitu, terang Wasto, rencana ini juga diupayakan untuk dapat terlaksana sesegera mungkin dengan perencanaan yang baik. Pemkot Malang juga berencana meminta bantuan dari pemerintah pusat untuk bantuan biaya. 
Hal ini menjadi penting karena manfaat dari kabel tanam, selain mempercantik wajah kota juga memiliki tingkat keamanan lebih tinggi.
"Jika itu direalisasikan, maka seluruh provider atau pemilik kabel harus menyewa ke Pemerintah Kota Malang," jelasnya lagi.
Untuk mengatasi kabel yang semrawut, menurutnya saat ini sudah berjalan Rabu Resik yang digawangi oleh Disperkim Kota Malang, bagian SDA Kota Malang, juga para provider atau pemilik kabel di Kota Malang. 
Setiap Rabu akan dilaksanakan upaya membersihkan kabel yang tidak pada tempatnya. Penataan rutin dilakukan untuk mengurangi pemandangan yang mengganggu wajah kota.
"Awalnya itu pas waktu di Jalan Borobudur dulu, dan sampai sekarang masih berjalan melalui program Rabu Resik. Jadi pasti kalau ada kabel yang tak pada tempatnya akan dibersihkan," imbuh Wasto. 
Program Rabu Resik itu menurutnya akan terus dijalankan untuk membantu mengatasi setiap keluhan masyarakat. Dengan harapan, kabel dapat tertata lebih baik lagi dan membuat pemandangan lebih aman dan nyaman dilihat. (ica/aim)
 

Berita Terkait