Kampanye Sesuai Zona, Panwaslu Kerahkan Petugas


MALANG - Semua pasangan calon (paslon) wali kota-wawali Kota Malang dingatkan kampanye sesuai zona. Jika melanggar, bakal ditindak tegas Panwaslu. Apalagi lembaga pengawas pemilu itu mengerahkan semua kekuatannya untuk mengawasi paslon.
Kawasan pendidikan dan gedung pemerintahan merupakan dua di antara sejumlah kawasan yang steril dari berbagai bentuk kampanye. Hal ini sudah diatur dalam PKPU No 4 Tahun 2017. Tidak hanya itu beberapa kawasan lain juga dikatakan netral dari alat peraga kampanye.
Hal ini dijelaskan Komisioner Panwaslu Kota Malang Iwan Sunaryo kepada Malang Post kemarin. Zonasi kampanye salah satunya mengatur kawasan yang dilarang dipasangkan alat peraga kampanye dalam bentuk apapun.“Di PKPU sudah diatur semua,” tandasnya.
Kawasan bersih atribut kampanye di antaranya adalah kawasan pendidikan, kawasan pemerintahan, kawasan tempat ibadah dan kawasan intansi kesehatan. Kawasan pendidikan contohnya adalah gedung-gedung sekolah sampai kampus.
Sementara gedung pemerintahan yang harus bersih atribut kampanye di antaranya Balai Kota Malang sampai DPRD Kota Malang, Gedung Pelayanan Terpadu dan gedung-gedung pemerintahan lainnya.
Kemudian yang juga harus diperhatikan tim sukses dan paslon adalah kawasan tempat ibadah. Tidak hanya di gedung ibadah saja yang harus netral. Kawasan yang berdekatan dengan tempat ibadah pun dilarang.
“Untuk zona secara lengkap kawasan mana yang boleh dan berapa pasang jumlah atribut yang boleh dipasang masih akan dibicarakan lagi. Tanggal 14 Februari, perwakilan paslon akan diundang kembali untuk detailnya,” tandas Iwan.
Sementara itu tugas pengawasan Panwaslu Kota Malang akan lebih diperketat pasca pengambilan dan ditentukannya nomor urut paslon. Pasalnya setelah mendapatkan nomor urut, KPU akan mulai mencetak APK dan timses dapat segera memasang. (ica/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :