Kampung Kramat, Ubah Seram Jadi Tempat Wisata


MALANG – Wisata kampung tematik terus tumbuh di Kota Malang. Setelah Kampung Biru Arema, Wali Kota Malang H. Moch Anton, Selasa (13/2) , meresmikan wisata Kampung Kramat yang ada RT 07 RW 03 Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, bersamaan dengan peresmian Balai RW 03.
Kampung Kramat hadir atas inspirasi warga yang telah mendapatkan Juara  3 Lomba Kampung Tematik yang digelar  Pemerintah Kota Malang beberapa waktu yang lalu. Dan dengan dukungan dari PT. Propan Raya, IAI Cabang Malang serta Utero Indonesia, Kampung Kramat diwujudkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial secara bersama dan gotong royong dengan warga Kelurahan Kasin. Kesan seram pada pemakaman pun hilang dengan hadirnya berbagai ornamen dan gambar mural di sekitar makam Kasin.
 “Ini luar biasa. Semangat warga  membangun dan mewujudkan Kampung Kramat ini merupakan wujud  sebuah kebersamaan. Warga menggandeng berbagai pihak untuk melakukan inovasi ini,” kata Abah Anton, usai meresmikan Kampung Kramat.
Selain spot selfi dan berbagai oranamen, Kampung Kramat juga dilengkapi dengan museum kehidupan yang menyimpan  benda-benda bersejarah milik Imam Al-Habr Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih Al-Alawy, ulama besar ahli hadis dan pendiri Pondok Pesantren Darul Hadits Kota Malang yang makamnya ada di pemakaman umum Kasin.
Pemerintah Kota Malang memberikan apresiasi yang besar terhadap inovasi masyarakat. Untuk mendukung Kampung Kramat, Pemkot akan membantu pembangunan infrastruktur,  salah satunya jalan menuju makam yang rusak akan diperbaiki.
“Agar semuanya maksimal. Kampungnya sudah bagus, jalannya juga halus, maka wisatawan dengan nyaman datang ke Kampung Kramat,” ungkapnya.
Abah Anton juga menyebutkan berdirinya kampung tematik ini tak sekadar menjadI tujuan wisata. Tapi juga dapat mengubah pola pikir masyarakat, dan membuat mereka berdaya. “Saat banyak wisatawan berkunjung ke sini, masyarakat bisa membuka usaha, yaitu berjualan. Apa saja boleh dijual, mulai souvenir, makana dan lainnya,” kata Anton, yang menyebutkan di kawasan Kampung Keramat terdapat 35 rumah dengan jumlah 70 kepala keluarga.
Direktur PT Propan Yuwono Imanto, yang hadir dalam acara peresmian mengaku kaget saat datang ke Kota Malang terutama di Kampung Kramat. “Karena ini baru kali pertamanya saya melihat sebuah makam disulap menjadi kampung wisata,” katanya.
Vicky Arief Direktur Malang Creative Fusion mengatakan, Kampung Kramat berdiri dengan mengedepankan konsep wisata  edukasi dan religi.
“Di kampung ini, wisatawan yang datang tak sekadar dapat berdoa, tapi juga disini wisatawan dapat belajar karena ada juga Museum Kehidupan,” tambahnya.
Selain meresmikan Kampung Kramat, H Moch Anton juga meresmikan gedung Balai RW 03 Kelurahan Kasin yang dibangun dari APBD Kota Malang. (ira/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :