Kebut Balai Kota Resmi Cagar Budaya


MALANG - Butuh waktu sangat lama untuk sebuah bangunan bersejarah di Kota Malang diakui sebagai cagar budaya. Tahun ini saja, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang baru akan menargetkan Gedung Balai Kota Malang untuk ditetapkan sebagai cagar budaya resmi.
Hal ini disampaikan Kasi Promosi dan Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Agung H Buana kemarin.  “Targetnya minimal 3 bangunan ditetapkan sebagai cagar budaya Kota Malang tahun ini. Salah satu kandidatnya dan yang paling urgent ya bangunan Balai Kota Malang,” papar Agung kepada Malang Post saat ditemui kemarin.
Untuk diketahui, Balai Kota Malang sudah lama diajukan sebagai bangunan yang akan ditetapkan sebagai cagar budaya. Akan tetapi kembali ditargetkan tahun ini untuk penetapannya.
Agung menjelaskan bahwa penetapan sebuah bangunan, kawasan, struktur yang ada di Kota Malang sebagai cagar budaya memang tidak instan. Diperlukan banyak proses kajian yang dilakukan. Tidak hanya dilakukan pihak Pemkot Malang saja akan tetapi kajian ahli.
“Prosesnya sekarang adalah kajian di Balai Pelestarian Cagar Budaya BPCB Trowulan,” tandasnya.
Meski begitu pihaknya tetap akan menargetkan Balai Kota Malang sebagai cagar budaya. Hal ini dikarenakan gedung tersebut masih terus aktif digunakan sampai sekarang.  Sehingga membutuhkan kepastian hukum untuk perlindungannya.
Tidak hanya Balai Kota Malang saja, terdapat beberapa bangunan lawas lainnya yang ditargetkan ditetapkan sebagai cagar budaya. “Ada bangunan tempat ibadah dan tempat pendidikan juga,” papar Agung.
Tempat tersebut adalah bangunan SMAK Cor Jesu di Jalan Jaksa Agung Suprapto,  Gereja Immanuel di Jalan Merdeka Barat, dan bangunan Gereja Kayutangan di Jalan Basuki Rahmat.
Beberapa gedung tersebut sudah usia lebih dari 100 tahun atau sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.
Ia menambahkan terdapat 39 bangunan, struktur, sampai situs di Kota Malang yang masih antre untuk diidentifikasi sebagai cagar budaya. Tim masih mengkaji dan mendata aset Kota Malang tersebut. (ica/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :