Kepala BPCB Kirim Tim ke Jasa Marga

Situs Tol Mapan
MALANG- Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur bergerak cepat untuk menyelamatkan temuan peninggalan kuno di kawasan pekerjaan Tol Malang-Pandaan. Pasalnya, tim arkeolog dari BPCB sudah diturunkan selama kurang lebih 2 hari ke Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. 
Mereka mengidentifikasi temuan yang diduga merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit tersebut. Hal ini disampaikan Kepala BPCB Jawa Timur Andi Muhammad Said kepada Malang Post kemarin saat dikonfirmasi mengenai tindak lanjut temuan tersebut.
“Dua hari kemarin sudah menurunkan arkeolog ke sana untuk mengindentifikasi temuannya. Tapi sampai saat ini mereka sedang menyusun laporan dan memang belum disampaikan kepada kami secara langsung,” tegas pria yang akrab disapa Said ini. 
Akan tetapi sepengetahuannya, berdasarkan laporan data awal menunjukkan bahwa temuan tersebut memiliki ukuran bata sejenis dengan bata Kerajaan Majapahit. Dan juga, lanjut Said, nampak juga masih ada struktur yang intak atau masih utuh. 
Meski begitu, lebih jelas dan detailnya Said masih belum dapat memberikan data lebih jelas karena belum mendapatkan laporan lapangan yang disusun tim arkeolog yang diinstruksikan ke lapangan. 
“Lebih jelasnya nanti akan kami sampaikan kalau sudah ada laporan resmi dari tim lapangan,” jelasnya. 
Malang Post pun mempertanyakan sampai kapan proses ini akan berlangsung dan tindakan apa yang dapat menjamin lokasi tersebut aman. Terutama dari upaya perusakan dari oknum tak bertanggung jawab? Terkait hal ini Said menjawab. Hal tersebut sudah sangat dipertimbangkan. Maka dari itu pihaknya pun juga menurunkan tim lapangan untuk berkoordinasi dengan pihak proyek yakni Jasa Marga. 
“Tim yang ke lapangan juga berupaya berkoordinasi dengan pihak terkait,” tandanya menegaskan jika upaya mengantisipasi adanya kerusakan lebih banyak di lokasi penemuan oleh proyek telah dilakukan. 
Sementara itu, temuan situs peninggalan era Majapahit, di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, ternyata belum dilaporkan ke pihak Kepolisian. Kapolsek Pakis, AKP Hartono, dikonfirmasi mengaku kalau dirinya belum mendapat laporan atas temuan barang bersejarah tersebut.
"Lho ada ta? Kok saya belum mendapat laporan dari warga terkait penemuan situs tersebut," ujar Hartono, ketika dikonfirmasi semalam.
Namun demikian, Hartono, mengatakan akan segera menindaklanjuti informasi tersebut. Ia akan jemput bola dengan berkoordinasi perangkat Desa Sekarpuro serta pihak Tol Malang - Pandaan (Mapan). Bahkan rencananya pagi ini, akan langsung mengecek ke lokasi temuan situs.
"Kalau malam ini tidak mungkin ke lokasi. Besok pagi bersama perangkat desa, kami akan ke lokasi penemuan situs untuk melihat seperti apa tempatnya," tuturnya.
Apakah nantinya ada pengamanan khusus, seperti mensterilkan lokasi dengan memberi garis polisi supaya warga yang datang tidak merusak. Mantan Kapolsek Tumpang ini, masih belum bisa menjelaskan karena belum mengetahui secara jelas ceritanya. Termasuk seperti apa lokasi penemuannya.
"Nanti dulu setelah saya mengecek lokasi, akan kami ketahui langkah apa yang harus dilakukan. Sementara waktu, kami masih akan koordinasi terlebih dahulu dengan perangkat desa," pungkasnya.(ica/agp/ary)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :