Kirab Piala Kalpataru, Singgah di Graha Malang Post


MALANG - Kirab Kalpataru Senin (3/9) dipastikan berlangsung meriah. Puluhan mobil akan mengawal piala tertinggi bidang lingkungan yang diperoleh Ketua RW 23 Purwantoro, Kecamatan Blimbing Ir. H. Bambang Irianto. Rute kirab dimulai dari Kampus Unisma menuju Balai Kota Malang dan mampir dulu di Graha Malang Post.
Panitia terpaksa membatasi jumlah mobil yang ikut kirab karena dikhawatirkan akan terjadi kemacetan karena berlangsung di hari kerja.
“Kami membatasi jumlah mobil yang ikut di pawai ini. Kalau tidak dibatasi, bisa mencapai 50 lebih mobil. Sesuai daftar ada 23 mobil jeep yang ikut pawai dan ditambah mobil pengawal dari kepolisian maupun Dishub,” kata Imam Muslich dari Malang Peduli Demokrasi.
Bukan hanya itu saja, panitia juga melarang motor ikut kirab demi menghindari kemacetan. Menurutnya, kirab Kalpataru ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Begitu mendapat informasi jika salah satu warga Kota Malang mendapatkan Kalpataru, masyarakat langsung berinisiatif melakukan kirab.
“Kalpataru ini berkaitan dengan lingkungan dan harus berkelanjutan dan tidak hanya sekadar ramai-ramai saja. Semua ini berangkat dari masyarakat,” tambahnya.
Menurut Imam Muslich pula, selain kirab juga akan digelar Deklarasi Less Plastic Campus di Kampus Unisma. Deklarasi ini untuk lingkungan kampus dan Less Plastic City di Pamkot Malang.
“Baik di Unisma dan di Pemkot ada deklarasi penggurangan penggunaan plastic. Kita akan mendorong masyarakat untuk mengurangi sampah plastik dan ini mungkin satu-satunya yang ada di Indonesia yang dimulai dari Kampus dan masyarakat,” katanya.
Bahkan seluruh peserta kirab tidak boleh membawa air mineral kemasan. Panitia sudah menyediakan tumbler atau botol minuman dan galon isi ulang.
“Ini namanya kampanye dan harus kita mulai dari sekarang. Kita tidak hanya senang-senang meraih Kalpataru tetapi kita terus bangun kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah plastic yang sudah sangat luar biasa. Kita mulai dari Malang, kita mendorong pemerintah kota kepada sekolah-sekolah, dinas-dinas dan lainnya untuk mengurangi sampah plastik. Ini semua demi anak cucu kita,” tambahnya.
Sementara itu deklarasi Less Plastik telah dilakukan masyarakat Glintung. Setiba dari Kota Bitung, Sulawesi Utara, warga langsung mendeklarasikan dan menerapkannya. Di Glintung setiap ada tamu kunjungan sudah tidak lagi menggunakan air mineral kemasan. Namun, para tamu disediakan gelas dan air galon untuk diminum.
Di Kampung Glintung, juga kedatangan Sekda Wasto. Mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) ini memberikan apresiasi kepada Bambang Irianto maupun warga Glintung.
“Pak Wasto sendiri akan mendeklarasikan Malang sebagai Less Plastic City,” kata Bambang Irianto.
Menurut rencana, Sekda yang akan menerima rombongan kirab Kalpataru. Apalagi hubungan antara warga Glintung dengan Sekda ini sudah cukup dekat. Sejak awal, Wasto terlibat aktif di Kampung Glintung.
“Warga tahunya yang Pak Wasto DKP, meski sekarang sudah menjadi Sekda, tetapi warga kami memanggilnya tetap Pak Wasto DKP,” seloroh Bambang Irianto.

Berita Lainnya :