Kota Malang Darurat Jalan Rusak


MALANG – Kondisi jalan di Kota Malang banyak yang berlubang. Bahkan, kali beberapa lubang jalan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, khususnya pengendara sepeda motor. Meski sudah banyak lubang jalan yang ditambal, tapi jumlahnya masih banyak yang harus diperbaiki. Saat ini, kondisi Kota Malang darurat jalan berlubang.
Menyusuri jalanan di Kota Malang, masih banyak jalan rusak, seperti yang terjadi di kawasan Jalan Teluk Grajakan, Jalan Gajayana, Jalan Cengger Ayam, Jalan Mertojoyo, Jalan Galunggung, dan masih banyak lagi. Kawasan jalan tersebut ada yang berlubang hingga aspal menipis. Hal tersebut tentunya menjadi PR besar bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.
Kepala DPUPR, Hadi Santoso mengungkapkan, saat ini, yang menjadi masalah utama yang mengakibatkan jalanan rusak di Kota Malang adalah genangan air.  "Sembari kami benahi jalan, dari pihak bina marga dan drainase juga melakukan pembenahan sudetan," jelas dia kepada Malang Post, Jumat (15/3).
Menurutnya, saat ini beberapa jalan rusak dan berlubang yang dikeluhkan warga sudah ditindaklanjuti. Dia pun memastikan segera menambal jalan berlubang di beberapa kawasan menggunakan anggaran insidentil tersebut. "Setiap hari, tim kami sudah berkeliling untuk mengidentifikasi jalan rusak yang ada di sekitar Kota Malang," kata pria yang akrab disapa Soni itu.
Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang telah menyiapkan anggaran insidentil sebesar Rp 1,5 miliar. Namun, hingga awal Maret 2019, dana tersebut sudah terserap dengan jumlah cukup besar. "Dana insidentil ada, sekarang sudah mendekati habis," terangnya.
Penyerapan dana insidentil tersebut, lanjut dia, dilakukan untuk perbaikan jalan rusak yang sebelumnya tidak terprediksi. "Total ada 30 titik yang sudah kami atasi dengan dana insidentil tersebut," kata pria berkacamata tersebut.
Namun, karena titik jalan rusak masih banyak, pihaknya akan mengajukan anggaran dalam APBD-Perubahan 2019. Sebab, anggaran yang sudah digunakan saat ini sudah masuk sesuai dengan ketetapan. Sehingga, tidak bisa lagi ditambah atau dikurangi. "Anggaran yang ada sekarang sudah dikunci, jadi akan kami ajukan penambahan di APBD-Perubahan nanti. Nilainya kurang lebih sama (Rp 1,5 miliar)," tandas dia.(tea/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :