Kuota Formasi CPNS Berubah


MALANG - Kuota pasti untuk formasi CPNS Malang Raya sudah keluar. Pemkot Malang tersedia 282 kursi CPNS, Pemkab Malang 830 kursi dan Pemkot Batu 236 kursi . Jumlah ini secara resmi sudah dimasukkan dalam sistem Badan Kepegawaian Nasional (BKN) hari ini. Jumlahnya berubah tipis, kuota terbanyak masih dimiliki Pemkab Malang.
Menurut Kasubag Humas Pemkot Malang Nur Widianto, formasi yang tersedia di Kota Malang ada sebanyak 282 kursi PNS. Yang terdiri dari 230 tenaga guru, 39 tenaga kesehatan. 6 tenaga teknis infrastruktur. Dan juga formasi khusus eks honorer K2 sebanyak 7 tempat.
“Rapat koordinasi tadi (kemarin,red) hanya membahas teknis. Dan hari ini tadi (kemarin,red) seluruh daerah di Indonesia harus memasukan formasi di sistem,” papar Widianto.
Widianto menambahkan jika seluruh formasi seluruh Indonesia sudah masuk sistem. Maka secara resmi pemerintah akan memberikan pengumumannya. Hingga kini, pemerintah belum memberikan pengumuman resmi.
“Saat ini masih dibahas beberapa hal teknis lainnya. Sepeti lokasi tes di daerah-daerah,” tuturnya.
Untuk Kota Malang sendiri, Pemkot Malang sudah mengusulkan dua tempat. Yakni GOR Ken Arok dan Gedung Kartini Kota Malang. Kedua tempat ini memang dipilih karena memiliki kapasitas yang dapat menampung banyak massa.
“Masih rembukan tempat ujian juga. Antar daerah di tiap titik ujian mana saja masih dibahas. Tapi Kota Malang mengusulkan dua itu,” tegas Widianto.
Nantinya tempat-tempat yang diusulkan masih akan diverifikasi dan ditinjau oleh tim BKN sendiri. Apa dianggap layak atau tidak. Hal masih memakan waktu. Pasalnya tempat juga harus mementingkan space besar untuk dimasukan perangkat berbasis komputer.  
Pasalnya, tes CPNS kali ini, seluruh seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB) yang menjadi materi tes CPNS selama ini dilakukan melalui seleksi berbasis CAT (Computer Assisted Test) yang ditangani langsung oleh BKN selaku panitia seleksi nasional.
Dengan metode tersebut, meski tes dilaksanakan di setiap daerah, proses seleksi hingga penentuan hasil ditangani secara terpusat oleh BKN.

Berita Lainnya :