Kurangi Bahasa Asing di Media Reklame

 
MALANG - Pembuat kebijakan dan publik diminta menggunakan bahasa yang benar pada media luar ruang. Sehingga tidak menimbulkan salah penilaian atau penafsiran terhadap informasi yang disampaikan.  
Hal ini menjadi salah satu bahasan tentang penggunaan bahasa asing di ruang publik yang tidak diimbangi dengan pemaknaan dalam Bahasa Indonesia. Ketua Balai Bahasa Jawa Timur Drs Mustakim, MHum menegaskan hal ini sudah semakin melebar terlebih terpampang di media luar ruang.
“Yang dimaksud media luar ruang ya seperti sign board tadi, lalu baliho, papan pengumuman, billboard, dan jenis-jenis reklame lainnya. Dimana komunikasinya hanya satu arah sehingga rawan multitafsir,” papar Mustakim, kemarin. 
Penggunaan jenis-jenis reklame tersebut kebanyakan sudah lumrah menggunakan bahasa asing. Seperti penggunaan kata “lokakarya” yang diganti dengan “workshop”, lalu “pertemuan” diganti dengan “meeting” dan sebagainya.
Hal ini juga mengganggu proses pelestarian Bahasa Indonesia dan juga bahasa daerah di wilayah masing-masing. Pasalnya secara tidak sadar hal ini terus digaungkan oleh pihak-pihak yang seharusnya memiliki kewajiban mengedukasi masyarakat.
“Maka dari itu kami ingin mengajak seluruh stakeholder kota, mulai dari instansi swasta seperti Imigrasi, Bea Cukai, mal, restoran, hotel, kampus dan lain-lainnya untuk kembali sadar dengan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar,” tandasnya. 
Mustakim menyampaikan jika diskusi ini dapat dijadikan bahan bahasan sebuah daerah untuk mengatur lebih baik terkait pelestarian bahasa. Seperti membentuk perda atau perwal yang mengatur khusus terkait hal ini.
Sementara itu Kasi Promosi dan Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Agung H Buana menyampaikan jika hal ini memang dipikirkan pihaknya. 
“Kami sedang membahas dengan instansi terkait untuk memasukkan salah satu unsur penggunaan bahasa dalam proses perizinan reklame. Agar ada semacam guidance (arahan) saat media luar ruang ini digunakan,” tandas Agung.(ica/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :