Lapas Wanita Juga Goyang Poco-poco



MALANG - Malang Raya ikut memecahkan rekor dunia dari Guinness World Record, Minggu (5/8). Tak terkecuali sekitar 110 warga binaan Lapas Wanita Sukun yang mengikuti senam poco-poco serentak di seluruh Indonesia oleh pemerintah. Warga binaan LPW Sukun adalah satu dari 528 lapas di penjuru nusantara yang berpoco-poco ria untuk pecah rekor.
Total, ada 61 ribu warga binaan yang berpoco-poco bareng lewat live streaming dengan terpusat di bundaran HI Jakarta. Para pesenam poco-poco di Lapas Wanita Sukun tidak kalah antusias mengikuti pemecahan rekor dunia. Pada barisan depan, para warga binaan mengenakan seragam putih-putih dengan kain batik yang terbalut di pinggang.
Mereka sudah bersiap-siap sejak pukul 05.30 WIB. Wajah cantik yang bertebaran di antara para pesenam poco-poco semakin menyegarkan suasana pemecahan rekor. Dengan senyum terpulas, mereka Sebelum melaksanakan senam poco-poco, para warga binaan melakukan gladi bersih secara live stream sebanyak dua kali untuk menyempurnakan upaya pemecahan rekor.
Plt Kalapas Wanita Sukun, Sudirman Zainuddin mengatakan pemecahan rekor senam poco-poco dilaksanakan dengan sempurna di Lapas Wanita Sukun. “Para peserta bersemangat dan gembira mengikuti pemecahan rekor poco-poco. Kami pun bangga karena semangat mereka. Bagi kami, apa yang dilakukan oleh para warga binaan adalah karya bakti dan amal kebangsaan bagi Indonesia,” ujar Sudirman kepada Malang Post, Minggu pagi (5/8).
Sudirman berterimakasih atas semangat para warga binaan yang akhirnya diganjar dengan kepastian Indonesia memecahkan Guinness World Record untuk senam poco-poco dengan jumlah peserta terbanyak di dunia. Menurutnya, kegiatan senam poco-poco tak hanya membantu Indonesia memecahkan rekor.
“Bagi warga binaan sendiri, senam poco-poco adalah kegiatan bermanfaat. Kendati mereka di dalam gedung ini dan belum bisa keluar, mereka masih bisa berkontribusi buat Indonesia sebagai warga negara. Sehingga, mereka tidak merasa terasingkan dan bersemangat,” sambung pria yang juga Kepala Bapas Malang itu.
Selain poco-poco, para warga binaan di Lapas Wanita Sukun juga memperoleh banyak kegiatan untuk tetap menyemangati mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Misalnya saja, kelas make up hingga menjahit. Sudirman menyebut semua kegiatan yang digelar di Lapas Wanita adalah untuk mempersiapkan para warga binaan sebelum kembali ke masyarakat nantinya. (fin/big/eri/ary)

Berita Lainnya :