Lelang 200 Proyek, Trotoar Masih Prioritas


MALANG - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang kebut pembangunan fisik. Dari 446 paket proyek yang harus dituntaskan dalam tahun ini, tercatat 200 di antaranya sudah dalam proses lelang.
”446 itu total seluruh proyek terdiri dari Bidang Cipta Karya, Bidang Binamarga, Bidang SDA & Drainase, juga Bidang Air Minum dan Limbah. Dari total proyek tersebut hanya 200 an kegiatan yang dilelang dan saat ini sedang dalam proses. Sedangkan sisanya penunjukan langsung (PL),” katanya.
PL menurut pria yang akrab disapa Soni ini yaitu proyek memiliki pagu anggaran kurang dari Rp 200 juta. Dari 200 jenis proyek yang dilelang, paling besar dikatakan mantan Kepala Dinas Pertanian Kota Malang ini adalah pembangunan di jalan trotoar. Yaitu dengan nilai pagu hampir Rp 7 miliar.
”Ada beberapa jenis kegiatan di sana. Mulai dari pembangunan trotoar, perbaikan saluran air, serta pelebaran jalan. Saat ini dokumen lelangnya juga sudah masuk,’’ katanya.
Soni menguraikan, jika seluruh tahapan lelang tak ada kendala, maka pengerjaan fisik mulai dilakukan pada Mei mendatang.
Lantas apakah pengerjaan di Jalan Veteran merupakan salah satu upaya mengatasi banjir?
Dia mengatakan, jika banjir di Jalan Veteran sudah jauh berkurang. Selain telah melakukan perbaikan pada sistem drainase, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Universitas Brawijaya.
Saat itu pihak Universitas Brawijaya juga merespon dengan melakukan perbaikan saluran air hingga ke pintu keluar kampus. Dari pintu keluar tersebut,  Soni langsung dilakukan crossing, menuju Sungai Brantas. ”Sejauh ini tidak ada  air yang meluap di Jalan Veteran. Tapi kami juga terus melakukan pemantauan,’’ tambahnya.
Seiring dengan pembangunan trotoar di Jalan Veteran, Soni mengatakan yang dibangun sepanjang perempatan ITN hingga perempatan TMP Suropati. Untuk saluran air, pihaknya juga menyiapkan box culvert, agar saluran air betul-betul kuat.
”Juga ada pelebaran jalan di kanan kiri. Pelebaran jalan ini tujuannya adalah untuk mengurai kemacetan,’’ tambahnya. Sekalipun masalah kemacetan merupakan tanggung jawab Dinas Perhubungan, bukan berarti DPUPR diam. Agar kemacetan tidak semakin parah, pihaknya pun memilih untuk menyiapkan infrastruktur yang memadahi.
”Kita lakukan penataan ulang semuanya. Termasuk jalan-jalan tembus atau jalan alternatif yang kerap menjadi sumber kemacetan akan dilakukan penataan. Intinya semua yang kami lakukan ini untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat Kota Malang,’’ pungkas Soni.(ira/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :