Libatkan Perempuan dalam Penyusunan Dokumen RKPD

 
Jon soeparijono/malang post
SEMANGAT PEREMPUAN: Wawali H Sofyan Edi Jarwoko, Wakil Ketua TP PKK Kota Malang Hj Elly Estiningtyas, Ketua TP PKK Kota Malang Hj Widayati Sutiaji, S.Sos MM,  Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Malang Endang Wasto dan Ketua Dharma Wanita Unit Barenlitbang Yuni Erik.
MALANG - Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang menggelar Musrenbang Perempuan di Hotel Savana, Kamis (7/2), kemarin. Musrenbang dengan tema Mewujudkan Kesejahteraan dan Kerukunan Sosial Rensponsif Gender ini diikuti PKK Kota Malang, Dharma Wanita Persatuan Kota Malang, jajaran instansi fertikal, Lembaga Perlindungan Perempuan Kota Malang, serta Perwakilan dari organisasi masyarakat dan komunitas.
Menurut Kepala Barenlitbang Kota Malang Erik Setyo Santoso ST MT, tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini untuk memenuhi tahapan yang disyaratkan dalam peraturan perundang-undangan.
‘’Juga mendorong partisipasi perempuan dalam proses penyusunan dokumen Rencana Kegiatan Pembangunan Daerah tahun 2020. Salain itu untuk mendapatkan masukan, saran dari segenap stakeholder penyelenggaraan pembangunan di Kota Malang terhadap usulan kegiatan yang rensponsif gender Kota Malang,’’ kata Erik Setyo Santoso dalam sambutannya.
Menurutnya pula, Musrenbang ini merupakan salah satu tahapan proses penyusunan Rencana Kegiatan Perangkat Daerah Kota Malang Tahun 2020. Sebelumnya telah didahului dengan kegiatan Pra Musrenbang Perempuan, Jum’at (24/8) 2018 lalu di ruang Majapahit Balai Kota Malang.
Musrenbang ini dibuka Wakil Wali Kota Malang H Sofyan Edi Jarwoko mewakili Wali Kota Malang H Sutiaji yang tidak bisa hadir. Sofyan Edi dalam sambutannya mengatakan Musrenbang Perempuan ini merupakan bahan usulan perencanaan pembangunan dari kalangan perempuan Kota Malang, yang akan menjadi usulan pada Musrenbang RKPD Kota Malang.
‘’Tujuan Musrenbang Perempuan adalah dalam rangka meningkatkan peranan perempuan dan kedudukan yang sangat penting dalam pembangunan. Perempuan merupakan pilar negara, perempuan juga adalah ibu bangsa. Perempuan adalah pendidik utama dan pertama bagi putra-putrinya,’’ kata Sofyan Edi Jarwoko. 
Menurutnya, perempuan merupakan potensi bagi daerah. Jika daerah ingin maju, maka potensi perempuan harus dikelola dengan baik agar mampu berperan sesuai harapan.
‘’Jumlah penduduk Kota Malang sebesar 861.414 orang yang terdiri dari jumlah laki-laki sebesar 424.811 orang dan perempuan sebesar 436.603 orang. Dari jumlah tersebut di atas menunjukkan jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibanding penduduk laki-laki,’’ kata pria asal Bakalan Krajan, Sukun ini.
Dengan jumlah tersebut menurutnya, menunjukkan perempuan Kota Malang memiliki peran yang sangat penting dalam ikut serta dalam perencanaan pembangunan. 
‘’Dari aspek sosial menunjukkan angka perceraian mati perempuan sebesar 11,55  persen dan perceraian hidup sebesar 4,07 persen. Dimana Jumlah anggota DPRD perempuan sebesar 11 orang di tahun 2017, jumlah ASN perempuan di lingkungan Kota Malang sebesar 3.642 orang. Jumlah Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) perempuan berjumlah 438 jiwa sedangkan Angka melek huruf perempuan sebesar 96,68 persen,’’ kata alumnus SMPN 6 Malang ini.
Dengan Musrenbang Perempuan ini katanya, untuk menjaring aspirasi dan melibatkan secara aktif dan partisipatif dalam pembangunan. 
‘’Untuk itu perlu dirumuskan langkah-angkah perempuan untuk meningkatkan kualitas diri, bentuk kontribusi dan peran serta perempuan dalam kancah pembangunan,’’ katanya. (jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :