Lintas OPD Bersama Jaga Cagar Budaya Kota Malang

 
MALANG- Organisasi Perangkat Dearah (OPD) lintas sektor di Pemkot Malang ber komitmen bersama menjaga benda maupun struktur cagar budaya yang sudah ditetapkan wali kota. Kamis (16/5) kemarin, beberapa OPD menyusun kebijakan komitmen bersama untuk mewujudkannya.
Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang Agung H Bhuana usai rapat koordinasi dilaksanakan kemarin di Ruang Rapat Palapa Balai Kota Malang menegaskan, pertemuan yang melibatkan OPD terkait seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, Asisten I Pemkot Malang Drs Abdul Malik, Satpol PP Kota Malang, hingga komunitas-komunitas budaya yang ada di Kota Malang, semuanya berkomitmen untuk menjaga cagar budaya di Kota Malang.
“Rapat tadi dipimpin Asisten I, hasilnya sementara Satpol PP diminta menegaskan penegakkan Perda 2 Tahun 2012 Pasal 4. Untuk memberikan efek jera kepada mereka yang mekakukan perusakan cagar budaya,” kata Agung.
Menurutnya, Perda 2 Tahun 2012 sendiri mengatur tentang Tentang Ketertiban Umum Dan Lingkungan. Dalam Pasal 4 poin huruf k dijelaskan setiap orang perseorangan atau badan dilarang mencoret, menempel di tembok, tiang listrik, tiang telepon dan tempat fasilitas umum lainnya. 
Pasal ini dirasa dapat menjadi dasar penegakkan atau pemberian sanksi bagi pelaku vandal di fasilitas umum Pemkot Malang, termasuk didalamnya bangunan cagar budaya. Dikatakan Agung, pihaknya kini juga sedang mendata bangunan cagar mana yang terdapat corat-coret.
“Salah satunya bangunan bersejarah di Toko Avia,” tegasnya.
Menurut pantauan Malang Post, bangunan yang diwariskan penjajah Belanda yang juga memiliki nilai sejarah kuat ini kerap muncul corat-coret di dinding-dindingnya. Yang masih terlihat hingga kini berada di dinding atas bangunan. 
Simbol yang tertera di dinding hampir mirip dengan yang membuat resah warga Kota Malang beberapa waktu lalu di tembok Jembatan Cagar Budaya Jalan Majapahit. Meski begitu, sore kemarin terlihat ada petugas mengecat kembali tembok yang terdapat coret-coretan disana. 
“Kemudian dalam rapat juga, diharapkan Bagian Humas dan Kominfo memberikan informasi mengenai sosialisasi tentang ketertiban umum serta sanksi apabila ada pelanggaran,” terang pria yang juga Kasi Promosi Wisata Dinas Kebudaayaan dan Pariwisata Kota Malang ini.
Untuk Disbudpar, sebagai dinas yang memiliki tanggung jawab penuh akan penjagaan cagar budaya, juga diinstruksikan khusus. Disbudpar diminta menggencarkan sosialisasi ke kampus dan sekolah mengenai Cagar Budaya yang ada di Kota Malang. (ica/aim)
 

Berita Terkait