Luncurkan Super Meat Jadi Andalan RPH Kota Malang


MALANG – Memenuhi kebutuhan daging pada bulan puasa dan menjelang Lebaran, PD Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang membuat terobosan dengan menjual langsung kepada masyarakat. Tidak hanya menjadi tempat pemotongan hewan saja, tapi juga mendistribusikan daging segar langsung kepada masyarakat.
Dengan label Super Meat, RPH Kota Malang menjual daging dalam kemasan yang disesuaikan dengan bagian-bagian daging hewan, baik kambing maupun sapi. Untuk daging sapi mulai dari tenderloin (daging has dalam), sirloin (daging has luar), daging kisi, silver side (gandik), iga, kikil, daging rawonan, lidah sapi sampai dengan hati sapi. Ada juga yang sudah olahan daging berupa bakso sapi asli daging. Dalam bentuk kemasan Super Meat Asli Daging ini, masyarakat atau konsumen bisa lebih ringkas membawa dan menyimpan daging sapi, serta lebih mudah mengolahnya sesuai keinginan. Produk PD RPH Kota Malang sudah terstandar SNI, memenuhi kualifikasi standar higenitas, tata cara, layout dan animal welfare.
“Kami akan operasi pasar daging dari produk Super Meat ini. Harapannya akan lebih banyak dikenal lagi oleh masyarakat. Produk yang kami jual daging sehat yang ASUH, yakni aman, sehat, utuh, dan halal,” kata Plt Direktur RPH Kota Malang Ade Herawanto kepada Malang Post.
Inovasi penjualan langsung ini menurutnya, sebagai upaya aneka usaha yang dilakukan RPH Kota Malang. Sehingga dapat menyehatkan perusahaan plat merah milik Pemkot Malang ini. Para karyawan juga sudah diasah jiwa kewirausahaanya untuk dapat membesarkan perusahaan ini.
“Kami juga bergerak di packaging, penyimpanan cold storage, hingga penjualan online. Proses pemesanan pun jadi lebih mudah,” terangnya.
Pihaknya juga sudah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk memasarkan daging produk Super Meat ini  dengan menggandeng Dinas Perdagangan Kota Malang, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Bagian Perekonomian, kampus-kampus dan distributor daging yang ada di Kota Malang. Harga yang ditawarkan pun cukup rendah dari harga pasar, kisaran Rp 60 ribu per kilogram sampai dengan Rp 127,5 ribu per kilogram. Menjelang lebaran dan seterusnya, harga akan menyesuaikan kebijakan direksi dan perkembangan harga pasar. Dengan adanya inovasi ini, Ade berharap perusahaan tidak lagi merugi. Pihaknya juga bakal membuka peluang kemitraan dan kerjasama dengan masyarakat.
“Kebutuhan daging jelang lebaran biasanya cukup tinggi. Karena itu, kami menyiapkan daging segar dengan harga terjangkau untuk masyarakat. Sehingga dapat membantu masyarakat yang akan menyiapkan lebaran nantinya,” terang pria yang juga menjabat kepala BP2D Kota Malang ini. (aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :