Mahasiswa Luar Malang Tetap Harus Gunakan Form A5

MALANG - Kantor KPU Kota Malang ramai didatangi mahasiswa yang tergabung dalam organisasi daerah (orda). Bersama KNPI mereka mempertanyakan mekanisme hak pilih mahasiswa perantau dari luar Malang. Karena suara mereka terancam tidak bisa digunakan.
"Agenda ini membahas tentang hak pindah pilih mahasiswa sehingga partisipasinya mahasiswa di Malang yang tidak pulang ke kampung halaman, bisa ikut Pemilu di Malang," Ujar Gerits Remetwa, Wakil Sekretaris KNPI.
Menurutnya, syarat yang harus dipenuhi untuk mengikuti pemilu bagi mahasiswa luar kota adalah mendaftar di form A5 yang didapatkan di daerah asalnya. Padahal, banyak mahasiswa yang berasal dari daerah yang jauh yang tidak mungkin hanya pulang untuk mendapatkan form A5 saja. Syarat ini yang dikeluhkan oleh mahasiswa, soalnya kan tetap harus pulang ke tempat asal, tetapi batas pendaftaran hanya sampai 17 Februari besok.
Kebijakan ini dikeluhkan Piwy Asila, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM). Menurutnya, kebijakan ini harusnya diperpanjang pengurusannya, tidak hanya sampai pada tanggal 17 Februari. Sepakat dengan hal itu, Bagas Luhur Prabowo, Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) juga menyayangkan pendeknya waktu yang diberikan oleh KPU. Pria asal Bogor itu ingin agar KPU membuat kebijakan yang tepat.
Deny Rachmat Bachtiar, Komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kota Malang menjelaskan, form A5 ini adalah syarat yang harus dipenuhi mahasiswa untuk mengikuti pemilu di luar domisili asalnya. “Syarat ini harus diurus mahasiswa dengan cara mengurus status pindah tempat pemilihan di tempat asal,” terangnya. 
Pada peraturan sebelumnya, KPU mengumunkan bahwa penutupan pendaftaran A5 dilakukan pada 17 Maret 2019. Namun, KPU RI mengubah tanggal penutupan lebih awal yaitu tanggal 17 Februari, “Kondisi ini dalam rangka untuk mengantisipasi terkait dengan kondisi logistik yang disesuaikan dengan DPT,” ujar Ashari Husen, Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Malang.
Ia menambahkan bahwa hal ini dilakukan agar KPU memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan segala perlengkapan yang dibutuhkan pada pemilu nanti.
Untuk mempermudah pelayanan, KPU membuka pendaftaran melalui Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang sudah ada di seluruh Kelurahan di Malang. “Untuk mengurusnya tidak perlu ke KPU, masyarakat bisa langsung datang ke kelurahan,” tambahnya. 
Bahkan, jika belum terdaftar, mahasiswa tidak perlu balik ke kampung halaman, cukup diurus di sini saja dengan berkoordinasi dengan keluarga di rumah. Ia berharap agar mahasiswa segera mengurus pendaftaran A5 di tempat kelurahan ia tinggal maupun di kelurahan. Selain itu, ia meminta kerjasama mahasiswa untuk ikut menyebarluaskan informasi ini, “Saya berharap agar bisa getok ular menyebar ke mahasiswa yang lain,” pungkasnya. (mg2/aim)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :