Malang Care Peduli Warga yang Malang


MALANG – HUT Ke-1 Malang Care Indonesia diperingati dengan meriah. Kemarin, dua acara digelar sekaligus, yakni bhakti Sosial pengobatan gratis dan turnamen golf di  Araya. Pengobatan gratis diikuti 208 warga Desa Tirtomoyo, Kecamatan  Pakis. Sedangkan peserta turnamen golf diikuti 104 peserta.
”Seperti temanya, seluruh hasil dari kegiatan ini akan diwujudkan dengan kegiatan bakti sosial di beberapa tempat lainnya,’’ kata Canggih.
Menurutnya, bhakti sosial merupakan kegiatan rutin Malang Care Indonesia. Selain di Malang Raya kegiatan ini sudah digelar di beberapa daerah lain.
”Ini sudah ada pergeseran makna. Komunitas ini dulu awalnya berdiri untuk peduli terhadap orang-orang di Malang, tapi sekarang artinya menjadi peduli orang-orang yang malang,’’ kata Canggih.
Dalam pengobatan gratis kemarin, warga datang dengan beragam penyakit. Tidak hanya batuk, pilek, panas. Tapi ada warga yang datang dengan penyakit kulit, mata, dan beberapa penyakit kronis.
”Tadi ada pasien yang datang dengan kondisi batuk. Saat kami tanya batuknya sudah beberapa bulan. Selain kami beri obat, juga kami sarankan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit,’’ ucap Canggih.
Begitu juga dengan pasien yang mengalami hipertensi dan diabetes, dikatakan Canggih langsung diberi rujukan untuk berobat ke rumah sakit.
”Untuk pengobatan gratis,  sebelumnya kami melakukan survey, dan berkoordinasi dengan pemerintah desa. Untuk peserta pengobatan gratis kami membagikan sistem kupon,’’ ucapnya.
Sementara Turnamen Golf dikatakan Galih tidakm jauh dengan kata bhakti sosial. Itu karena seluruh hasil dari Turnamen Golf akan digunakan untuk pembiayaan beragam kegiatan sosial lainnya.
”Untuk turnamennya sama seperti turnamen pada umumnya. Peserta memperebutkan tropi dan hadiah-hadiah dari sponsor,’’ katanya.
Dalam turnamen itu, panitia juga membuka hole in one. Ada empat hole yang dijadikan lokasi hole in one. Yakni Hole 4, Hole 6, Hole 12 dan Hole 16. “total hadiah untuk hole in one yaitu Rp 100 juta,’’ kata Canggih.
Namun demikian, dari 104 peserta turnamen, tak satupun yang berhasil menembus Hole In One. Alhasil, hadiah Rp 100 juta pun tak dapat dibawa pulang.
”Di HUT ke 1 ini, kami memiliki banyak harapan. Jika sebelumnya kami fokus pada pengobatan gratis, tapi ke depan kami juga fokus dalam penyuluhan dan penyadaran terhadap masyarakat tentang pentingnya hidup sehat,’’ tandas Canggih.(ira/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :