Malang Darurat Air Bersih!


MALANG - Setelah menghadapi somasi dari masyarakat, masalah kembali mendera PDAM Kota Malang. Ada delapan wilayah PDAM di Kota Malang yang mengalami gangguan air dan belum teratasi. Gangguan paling berat menimpa warga kawasan Perumahan Bulan Terang Utama (BTU) Kelurahan Madyopuro Kecamatan Kedungkandang.
Di BTU, air bersih sudah tidak mengalir selama 4 hari di perum ini. Hal tersebut dirasakan khususnya oleh RW 17 RT 3 sejak Rabu lalu. Dan masih belum ada tanda tanda air mengalir secara normal hingga, kemarin. Padahal, tak kurang dari 100 KK hidup di lingkungan tersebut.
Sesuai pantauan Malang Post, kemarin siang warga kawasan ini mengantre pasokan air yang didrop mobil tangki PDAM Kota Malang. Sekitar pukul 11.00 WIB, warga membawa perangkat apa saja yang dapat menampung air. Mulai dirijen air, ember, botol air mineral bekas hingga panci pun jadi tempat menampung air.
Mereka khawatir air tidak mengalir hingga malam nanti sehingga aktivitas sehari-hari keluarga terganggu dan tidak berjalan. Ketua RT 3 RW 17 Nur Rahma menjelaskan warga RT-nya tidak mendapatkan aliran air sejak empat hari lalu, dengan kondisi air mati total.
"Kalau memang sampai besok masih begini. Kita pada mau ngungsi ke rumah saudara. Asal tidak di sini" ungkap Nur kemarin.  
Menurutnya, warga RT 3 ini masih bisa mentolerir karena padamnya aliran air masih ada di hari hari libur. Jika sudah masuk Senin depan mereka akan kembali mempertanyakan hal ini pada PDAM Kota Malang. Dirinya dan warga hanya diberitahu ada perbaikan sumber atau tandon air PDAM. Akan tetapi belum dikatakan sampai kapan akan normal kembali.
Hal yang sama juga dikatakan Irianto, warga RT 8 RW 16 Perum BTU. Di wilayah ini air mati total sejak dua hari yang lalu. Ia mengatakan warga kemudian bergantung pada drop air PDAM dan sumber tandon di lingkungan milik perumahan di sana.
"Saya udah antre jam 5 pagi tadi (Kemarin pagi, red) di tandon perumahan. Nanti sore mungkin ambil lagi," tukas pria yang mendiami Perum BTU ini sejak 2 tahun lalu.
Irianto mengutarakan dirinya dan kurang lebih 50 KK warga di RT ini tidak dapat melakukan kegiatan dengan baik. Mencuci pakaian dilakukan dengan cara laundry yang lokasinya di luar Kecamatan Kedungkandang. Bahkan beberapa tetangganya sudah mengungsi ke tempat saudara atau kerabatnya yang ada di wilayah tidak terdampak.
Sementara itu, terkait hal ini PDAM Kota Malang sempat menjelaskan duduk persoalan apa yang mengakibatkan aliran air terganggu di sejumlah wilayah Kota Malang. Dikatakan air tidak mengalir akibat adanya penurunan debit air Tandon Buring Atas. Maka itu air kecil bahkan tidak mengalir sama sekali dapat terjadi di beberapa kawasan sekitar tandon tersebut.
Hal ini disampaikan Humas PDAM Kota Malang Machfiyah kepada Malang Post saat dikonfirmasi kemarin siang melalui pesan whatsapp. Atas kejadian ini terdapat delapan kawasan yang terdampak akibat gangguan debit air tersebut.
“Tlogowaru, Perum Puri Kartika Asri, Lesanpuro Gang 12, Baran, Jalan Sekarputih Perum Citra Pesona, Perum PCP, Perum Puskopad Arjowinangun dan tentunya Perum BTU,” tegasnya.

Berita Terkait

Berita Lainnya :