Please disable your adblock and script blockers to view this page


Masih Ada Kursi Mudik Gratis

 
MALANG – Program mudik gratis yang digelar Dinas Perhubungan Kota Malang mendapat respon luar biasa dari warga Kota Malang. Sejak tanggal 14 Mei lalu, pendaftaran mudik gratis dibuka hingga Kamis (24/5), sudah ratusan warga yang mendaftar. Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Kusnadi mengatakan jika setiap hari ada puluhan warga yang mendaftar sebagai peserta mudik gratis.
”Alhamdulillah, program ini disambut antusias. Banyak warga yang sudah daftar mudik gratis,’’ kata Kusnadi kepada Malang Post.
Dia menjelaskan, mudik gratis ini merupakan agenda rutin pemerintah Kota Malang. Melalui program ini, Pemkot Malang melalui Dinas Perhubungan Kota Malang memberikan kemudahan kepada warga untuk bisa mudik ke kampung halaman dengan nyaman dan tanpa biaya. 
Mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Malang ini juga menyebutkan, setiap tahun ada tambahan jumlah kendaraan untuk kegiatan ini. Tahun 2017 lalu, pihaknya menyediakan kendaraan hanya 14 bus.
Tahun ini ada lima armada tambahan, menjadi 19 bus. Bus yang digunakan pun bukan bus sembarangan, tapi kelas eksekutif dengan kapasitas masing-masing bus 50 penumpang.
”Kami betul-betul ingin memberikan kenyamanan kepada seluruh penumpang. Apalagi perjalanan yang ditempuh juga sangat jauh,’’ ungkapnya.
Bukan hanya bus  yang memadai, para penumpang juga mendapatkan akan mendapatklan souvenir dan snack untuk penumpang anak-anak.
”Karena nanti diberangkatkan masih dalam suasana Ramadan, maka yang diberi snack hanya untuk anak-anak saja,’’ tambah mantan Camat Lowokwaru ini.
Kusnadi menyebutkan, pendaftaran akan dibuka hingga 1 Juni mendatang. Warga yang ingin mudik gratis cukup mengisi formulir pendaftaran dan menyerahkan fotokopi KTP. 
Para penumpang mudik gratis ini akan berangkat pada Jumat (8/5) mendatang, diberangkatkan Pjs Wali Kota Malang Dr Ir Wahid Wahyudi MT. Disinggung dengan tujuan mudik, ada beberapa tujuan antara lain, Surabaya, Banyuwangi, Tulungagung, Bojonegoro, Blitar dan Madura. Namun demikian tak menutup kemungkinan ada tambahan jurusan. 
”Kami membuka untuk jurusan itu, karena jurusan tersebut banyak diminta masyarakat,’’ tandasnya. (ira/aim) 

Berita Lainnya :