TNI-Polri Antisipasi Gejolak Pemilu 17 April


MALANG - Puluhan warga membawa spanduk dan melakukan aksi unjuk rasa di Lapangan Rampal, Jumat (8/2). Mereka memprotes hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang dianggap tidak sesuai. Aksi unjuk rasa diwarnai dengan aksi saling dorong antara warga dan anggota TNI dan Polri.
Tidak hanya TNI/Polri, unit K9 dan Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Malang juga turun mengamankan situasi. Kondisi semakin memanas ketika warga memaksa masuk dan melempar air kepada anggota yang bertugas. Aksi menegangkan tersebut bukanlah aksi sebenarnya, hanyalah simulasi pengamanan Pemilu yang dilakukan oleh Komando Resort Militer 083/Baladhika Jaya beserta gabungan dari Polres Malang Kota.
“Berbagai macam kemungkinan bisa terjadi. Salah satunya kerusuhan massa yang disebabkan berbagai hal. Sehingga, kami berupaya menyatukan seluruh komponen di lapangan," kata Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo.
Dijelaskannya, simulasi ini merupakan program latihan pengamanan Pemilu. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya kemungkinan kerusuhan masa pada massa kampanye hingga pelaksanaam Pemilu, pada 17 April  mendatang.  Upaya tersebut sekaligus untuk mempererat seluruh komponen yang ada. Melalui kegiatan ini juga sebagai latihan untuk bisa berkoordinasi secara langsung, baik dari wilayah Malang dan Kabupaten Malang.
"Kami berharap, TNI/Polri bisa bekerjasama dengan baik," papar dia.
Simulasi tersebut merupakan kegiatan lanjutan setelah melakukan pendalaman materi selama 3 hari sebelumnya. "Ini lakukan uji coba. Simulasi, menguji protap yang ada," tambahnya.
Dia berharap, pelaksanaan Pemilu, baik saat kampanye sampai nanti pemilihan dapat berjalan lancar dan aman. Pihaknya bakal menerjunkan 3400 personil dari Komando Resort Militer 083/Baladhika Jaya untuk pengamanan Pemilu. Sedangkan yang terlibat dalam simulasi ini ada sekitar 300 personil. "Sebagai aparat keamanan wajib menyiapkan diri," tandas dia. (tea/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :